Targetkan 5.000 Anak, Pemkab Batang Gandeng Nestle Perkuat Penanganan Stunting Batang
Pemerintah Kabupaten Batang menggandeng Nestle dalam upaya serius perkuat Penanganan Stunting Batang, menargetkan 259 anak di puluhan desa dengan intervensi gizi. Simak detail programnya!
Pemerintah Kabupaten Batang secara serius menggandeng PT Nestlé Indonesia dalam upaya masif penanganan stunting di wilayahnya. Kolaborasi strategis ini menargetkan pendampingan gizi komprehensif bagi 259 anak berusia 1-4 tahun yang tersebar di puluhan desa. Langkah ini diambil untuk mengatasi sekitar 5.000 anak yang berpotensi stunting atau sudah mengalami stunting di Batang.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan apresiasinya pada Rabu, 8 Oktober, di sela kegiatan volunteering di Aula Kecamatan Bandar. Ia berharap intervensi ini dapat membantu anak-anak tumbuh kembang lebih baik dan terhindar dari kondisi stunting. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting secara signifikan setiap tahun.
Intervensi ini tidak hanya berfokus pada pemberian nutrisi tambahan, tetapi juga pada edukasi dan pemantauan berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kader posyandu dan tim ahli, diharapkan program ini mampu menciptakan dampak positif jangka panjang. Tujuannya adalah memastikan generasi penerus Batang tumbuh sehat dan optimal.
Kolaborasi Strategis untuk Anak Batang
Pemerintah Kabupaten Batang menghadapi tantangan besar dengan sekitar 5.000 anak yang berisiko atau sudah mengalami stunting. Untuk mempercepat upaya Penanganan Stunting Batang, Pemkab Batang menggandeng PT Nestlé Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat dari kedua belah pihak dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak di daerah tersebut.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyatakan bahwa setiap tahun pihaknya menargetkan penurunan stunting sebesar 10-15 persen. Hal ini berarti sekitar 500 hingga 700 anak harus diintervensi setiap tahun. Keterlibatan Nestlé diharapkan dapat memperluas jangkauan program dan memberikan dampak yang lebih signifikan.
PT Nestlé Indonesia, melalui Direktur Corporate Affairs and Sustainability Sufintri Rahayu, menegaskan komitmennya. Ia menyatakan, "Melalui Program Pendampingan Gizi, kami tidak hanya menghadirkan intervensi yang nyata, tetapi juga menggerakkan karyawan dari pabrik dan kantor pusat untuk mendampingi keluarga penerima manfaat serta kader posyandu." Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam program pendampingan gizi.
Program pendampingan gizi ini menjangkau 259 balita di 50 desa dan empat kecamatan di Kabupaten Batang. Dukungan juga datang dari 66 kader dari 119 posyandu, serta kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan dalam upaya Penanganan Stunting Batang.
Intervensi Gizi Komprehensif dan Edukasi
Program ini dirancang dengan intervensi yang komprehensif untuk mengatasi stunting. Salah satu bentuk intervensi utama adalah distribusi tambahan gizi berupa satu butir telur dan satu gelas susu tinggi kalori DANCOW GroPlus setiap hari. Pemberian ini ditujukan bagi anak usia 1–4 tahun yang berisiko stunting, berlangsung selama enam bulan.
Selain asupan gizi, program juga mencakup edukasi mendalam mengenai berbagai aspek penting. Edukasi ini meliputi gizi anak, pola asuh makan yang benar, pemilihan jajanan sehat, dan keamanan pangan. Pengetahuan ini diberikan kepada keluarga penerima manfaat agar mereka dapat menerapkan praktik gizi seimbang secara mandiri.
Aspek penting lainnya adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Program juga melakukan pengukuran antropometri rutin untuk memantau pertumbuhan anak secara berkala. Pemantauan bulanan ini didukung oleh tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB), memastikan data yang akurat dan intervensi yang tepat.
Norman Tri Handono, Factory Manager Pabrik Nestlé Bandaraya, menjelaskan bahwa selama 180 hari ke depan, program akan fokus pada pemberian makanan tambahan. Ia menambahkan, "Kami berharap melalui program ini, kita dapat memberdayakan kader dan keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting, guna menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045."
Komitmen Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas
Program pendampingan gizi ini bukan hanya sekadar intervensi sesaat, melainkan bagian dari visi jangka panjang. Bupati Faiz Kurniawan menekankan pentingnya langkah pencegahan untuk menghindari munculnya kasus stunting baru. Dengan demikian, upaya yang dilakukan saat ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masa depan anak-anak Batang.
Komitmen Nestlé Indonesia dalam Penanganan Stunting Batang juga selaras dengan tujuan nasional. Sufintri Rahayu menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memberdayakan kader dan keluarga sebagai garda terdepan. Mereka berperan penting dalam pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Melalui program ini, diharapkan dapat tercipta generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, dan cerdas. Norman Tri Handono menambahkan bahwa tujuan akhir adalah mempersiapkan anak-anak Batang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Hal ini menunjukkan bahwa investasi pada kesehatan anak adalah investasi untuk masa depan bangsa.
Sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan institusi pendidikan seperti IPB menjadi model efektif. Kolaborasi ini membuktikan bahwa dengan kerja sama yang solid, tantangan stunting dapat diatasi. Dengan demikian, kualitas hidup masyarakat dapat ditingkatkan secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews