Tak Main-Main, Ini Deretan Peringatan Prabowo kepada Seluruh Menterinya
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat evaluasi jelang 100 Hari kerja di kabinet pemerintahannya. Sejumlah pesan penting disampaikan Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat evaluasi jelang 100 Hari kerja di kabinet pemerintahannya. Sejumlah pesan penting disampaikan Prabowo.
Prabowo menegaskan komitmennya untuk membela kepentingan rakyat kecil. Dia juga ingin seluruh jajaran menteri memiliki pandangan yang sama.
Ketum Gerindra ini ingin semua pejabat negara beriorientasi kepada negara. Tinggalkan semua embel-embel latar belakang partai politik maupun LSM.
Berikut sejumlah pesan penting Prabowo di hadapan para menterinya:
Bekerja untuk Negara
Prabowo bercerita telah menemui para senior dan tokoh bangsa, salah satunya Emil Salim. Dia meminta masukan dalam memimpin negeri ini. Harapan para senior, kata dia, sebagai pejabat negara orientasi kita untuk negara.
Menurutnya, dalam kabinet ini memang ada yang berasal dari partai politik, Ormas, dunia akademi, dunia ilmuwan dan NGO.
“Tapi begitu kita sudah disumpah, begitu kita menjabat sebagai pejabat negara orientasi kita kepentingan kita adalah untuk negara,” tegas Prabowo.
“Orientasi kita adalah kepentingan negara, kepentingan rakyat. Dan saya kira ini dirasakan oleh rakyat kita,” kata dia.
Tidak Impor Lagi
Dalam rapat itu juga, Prabowo juga berkomitmen untuk swasembada pangan. Bahkan, dia ingin Indonesia tidak impor lagi di tahun ini. Prabowo menjelaskan, kriteria anggaran yang akan dilaksanakan adalah harus bisa menciptakan lapangan kerja.
Lalu, Indonesia harus meningkatkan produktivitas diukur dengan kuantifikasi. Berapa devisa yang dihasilkan? Berapa devisa yang bisa dihemat.
“Kemudian kriteria selanjutnya adalah harus mengarah kepada swasembada pangan dan swasembada energi. Kita harus mampu memberi makan kepada seluruh rakyat Indonesia tidak lagi impor,” jelas Prabowo.
Prabowo berterima kasih kepada para menterinya yang berjanji bahwa tahun 2025 ini kita tidak akan impor beras lagi, tidak akan impor jagung lagi tidak akan impor garam lagi.
Artinya, lanjut dia, target yang diberikan kepada kabinet bahwa Indonesia harus swasembada pangan dalam waktu 4 tahun bisa dicapai akhir 2025 paling lambat tahun 2026.
“Jadi mungkin 3 tahun lebih cepat dari sasaran yang kita tetapkan. Artinya bahwa dengan niat baik dengan kerja keras, dengan orientasi kepada bangsa dan negara kebijakan yang masuk akal akan membuahkan hasil yang cepat, ini harus kita yakini,” jelas Prabowo.
Hemat Anggaran
Pesan penting lainnya dalam evaluasi rapat kabinet, Prabowo menegaskan, pemerintahannya harus hemat anggaran. Acara yang bersifat seremoni, upacara, merayakan ulang tahun tidak perlu dianggarkan.
Prabowo minta perayaan ulang tahun, dilaksanakan secara sederhana di kantor di ruangan yang Hanya dihadiri 15 orang saja.
“Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah. Dengan setengah kita bisa menghemat Rp20 triliun lebih. Kalau kita hitung Rp20 triliun berapa puluh ribu sekolah gedung sekolah bisa kita perbaiki,” tegas Prabowo.
“Jadi saya katakan benar-benar bahwa saya sangat serius dalam hal ini. Saya minta loyalitas semua menteri, semua Kepala Badan untuk patuh dalam hal ini,” tambah Prabowo.
Cabut Izin Pengusaha Nakal
Prabowo juga menekankan komitmennya untuk kepada para pengusaha nakal yang tidak mentaati aturan. Dia mengingatkan Kapolri, Jaksa Agung untuk melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
“Khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang melanggar ketentuan-ketentuan pertanahan dan hutan, ketentuan-ketentuan kita harus dipatuhi, tidak ada yang memiliki perlakuan khusus,” jelas Prabowo.
Prabowo mengingatkan, bagi mereka yang sudah diberi kesempatan berkali-kali untuk menyelesaikan kewajibannya dan tidak melakukan pemerintah akan melaksanakan kewajibannya.
“Mencabut izin dan menguasai kembali lahan-lahan tersebut, apalagi lahan-lahan itu adalah hutan lindung dan sebagainya. Jadi ini juga langkah yang akan kita laksanakan,” terang Prabowo.