Tahukah Anda? Mobil Listrik Bisa Tempuh 1.400 Km, Chery Soroti Pentingnya Edukasi Mobil Listrik Merata di Indonesia
Produsen mobil listrik Chery menyoroti perlunya edukasi mobil listrik yang lebih merata di Indonesia, tidak hanya di kota besar, demi optimalisasi penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Produsen mobil listrik asal China, Chery, menyoroti pentingnya edukasi penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Mereka menilai bahwa persebaran pengetahuan tentang mobil listrik masih belum merata dan cenderung terpusat di kota-kota besar saja.
Head of Brands Chery Sales Indonesia, Rifkie Setiawan, mengungkapkan pandangan ini di Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (11/10). Menurutnya, meskipun kesadaran sudah mulai terbentuk, namun belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah di Tanah Air. Ini menjadi tantangan besar dalam upaya transisi energi.
Kondisi ini mendorong Chery untuk terus berinovasi dalam strategi penetrasi pasar. Salah satunya adalah dengan menawarkan berbagai pilihan powertrain, termasuk hybrid dan listrik penuh, untuk menjangkau konsumen di daerah yang belum terbiasa dengan mobil listrik murni. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional.
Pentingnya Pemerataan Edukasi Penggunaan Mobil Listrik
Rifkie Setiawan menjelaskan bahwa penggunaan mobil listrik saat ini sangat identik dengan kota-kota besar seperti Jabodetabek. Padahal, potensi penggunaan kendaraan listrik juga sangat besar di kawasan suburban dan kota-kota kecil lainnya.
Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh antar titik di daerah suburban dinilai cukup menguntungkan bagi mobilitas menggunakan mobil listrik. Selain itu, masalah antrean panjang saat mengisi bensin di malam hari juga bisa diatasi dengan adopsi kendaraan listrik. Ini menawarkan solusi praktis bagi banyak pengendara.
Oleh karena itu, edukasi mobil listrik perlu digencarkan agar manfaat dan kemudahan penggunaannya dapat dirasakan lebih luas. Ini akan membantu masyarakat memahami cara kerja, keuntungan finansial, dan dampak positif beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Pemahaman yang komprehensif sangat krusial.
Strategi Chery dalam Mendorong Adopsi Kendaraan Listrik
Untuk mengatasi tantangan pemerataan edukasi dan adopsi, Chery menerapkan strategi dengan menyediakan berbagai pilihan powertrain pada mobil listriknya. Ini termasuk opsi mobil hybrid (HEV) dan listrik penuh (BEV) yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Rifkie menambahkan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan adopsi kendaraan listrik, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya siap mengadopsi BEV. “Masih belum (daerah suburban). Makanya kenapa kita Chery strateginya memberikan beberapa alternatif powertrain untuk bisa berikan penetrasi ke beberapa kota-kota yang tidak atau belum mereka untuk mengadopsi langsung BEV,” ujar Rifkie, menekankan fleksibilitas pilihan.
Strategi ini memungkinkan konsumen untuk secara bertahap beralih ke kendaraan listrik tanpa tekanan. Dengan adanya pilihan hybrid, masyarakat dapat merasakan pengalaman awal menggunakan teknologi listrik tanpa kekhawatiran penuh terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya umum. Ini adalah jembatan menuju elektrifikasi penuh.
Inovasi Teknologi Mobil Listrik Chery: Tiggo 9 CSH
Sebagai bukti komitmen Chery dalam inovasi dan penyediaan pilihan, perusahaan baru-baru ini memperkenalkan model Tiggo 9 CSH (Chery Super Hybrid) yang mengusung teknologi canggih. Kendaraan ini dibekali mesin ACTECO H4J15 berkapasitas 1.500 cc turbo yang efisien.
Tiggo 9 CSH juga dilengkapi dengan tiga motor listrik dan baterai berkapasitas 34,4 kWh yang mumpuni. Kombinasi ini menghasilkan tenaga impresif mencapai 395 PS dan torsi puncak 650 Nm, menunjukkan kemampuan performa yang tinggi dan responsif.
Dengan BBM penuh dan baterai terisi penuh, Tiggo 9 CSH mampu menempuh jarak hingga 1.400 kilometer, menjadikannya sangat ideal untuk perjalanan jauh. Sementara itu, dalam mode listrik penuh (EV), mobil ini dapat berjalan sejauh 180 kilometer, menawarkan fleksibilitas penggunaan yang signifikan untuk mobilitas harian.
Sumber: AntaraNews