Spesifikasi Mercy Tiger, Mobli Klasik bikin Marty Natalegawa Nyentrik di Istana Kepresidenan
Kedatangan mantan Menlu Marty Natalegawa memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. Marty sendiri merupakan Menlu RI periode 2009-2014.
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2). Salah satunya yakni Menlu periode 2009-2014 Marty Natalegawa.
Saat itu, ia datang sekira pukul 14.18 Wib. Bukan memakai kendaraan listrik terbaru atau SUV mewah, ia lebih memilih menggunakan mobil Mercedes-Benz Tiger tahun 1980 berwarna cokelat dengan Plat Nomor B 1233 SES.
Di Indonesia, varian seperti yang dikendarai Marty merupakan kasta tertinggi di masanya dikenal dengan sebutan mesin "bandel" yang tahan digunakan untuk perjalanan jauh atau touring
Meski menggunakan mobil klasik, harga dari kendaraan tersebut ternyata masih dibilang cukup tinggi. Karena masih dinilai mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan beberapa sumber, Mercedes-Benz Tiger 1980 memiliki beberapa keunggulan:
- Mesin Handal dan Tahan Lama: Dikenal dengan sebutan mesin "bandel" yang tahan digunakan untuk perjalanan jauh atau touring.
- Performa Mesin Baru (Tahun 1980): Pada tahun ini, mulai diperkenalkan mesin seri M102 yang lebih bertenaga dan efisien dibandingkan pendahulunya.
- Kenyamanan Legendaris: Suspensi Mercedes-Benz W123 terkenal sangat empuk, memberikan kenyamanan berkendara layaknya mobil modern.
Fitur Canggih di Masanya: Dilengkapi dengan fitur seperti sistem penguncian vacuum (air pressure), power window, dan sistem audio Becker/Blaupunkt.
- Kualitas Bangun Tinggi: Terkenal dengan material yang solid, kokoh, dan berumur panjang.
- Sparepart Mudah Didapat: Suku cadang masih relatif mudah ditemukan, baik melalui komunitas maupun pengepul spesialis Mercy.
- Nilai Investasi: Merupakan mobil klasik yang banyak dicari, menjadikannya opsi investasi yang menjanjikan.
Kedatangan Marty Natalegawa ke Istana
Mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa menekankan pentingnya memastikan kepentingan nasional untuk menjadi pedoman utama dalam setiap keputusan politik luar negeri, termasuk keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pesan Prabowo
Marty menyampaikan apresiasi atas penjelasan Presiden Prabowo Subianto terkait konteks keputusan Indonesia bergabung dengan BoP. Dia mengatakan Presiden telah menegaskan bahwa kepentingan nasional akan menjadi landasan utama dalam keanggotaan Indonesia di BoP.
"Tentunya ditegaskan kembali berulang kali bahwa kepentingan nasional lah yang akan menjadi pedoman kita dalam keanggotaan ini. Dan kami berkeyakinan bahwasanya bapak presiden akan senantiasa memperhatikan hal itu," ujar Marty di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2), seperti dikutip dari Antara.
Kehadiran Marty dan sejumlah mantan menteri luar negeri lainnya di istana adalah dalam rangka memenuhi undangan Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Marty menyatakan bahwa kondisi dunia yang saat ini penuh dengan ketidakpastian dan ketidakadilan bukanlah hal baru yang dihadapi Indonesia.