Eks Menlu Alwi Shihab Dukung Indonesia Gabung Dewan Perdamaian
Presiden Prabowo mengundang mantan menlu dan wamenlu ke Istana untuk membahas soal isu terkini.
Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI periode 1999-2001, Alwi Shihab mendukung Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Dia menilai keiikutsertaan Indonesia dalam organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump itu sangatlah penting.
"Mendukunglah, masa enggak mendukung. Penting (Indonesia masuk BoP), ada alasannya," kata Alwi kepada wartawan sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dia mengatakan dengan bergabung dalam Dewan Perdamaian, Indonesia dapat menyuarakan soal Palestina. Alwi menyebut apabila tak bergabung, maka Indonesia tidak dapat memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Keuntungan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian
"Justru itu yang perlu diperbaiki di dalam, jadi jangan sampai, kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong. Tapi kalau kita di dalem (BoP), kita bisa ngomong 'jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan Palestina, jangan hanya Israel saja yg diperhatikan’. Itu kira-kira yang ingin saya sampaikan," jelasnya.
Alwi Shihab menjadi salah satu mantan Menlu RI yang diundang Presiden Prabowo untuk berdiskusi terkait politik luar negeri. Dia mengatakan salah satu hal yang dibahas yakni, keiikutsertaan Indonesia dalam BoP.
"Justru itu Board of Peace itu, apakah penting Indonesia ikut, apakah tidak penting, itu yang akan dibahas," ujar Alwi.
Dia mengatakan ada keuntungan bagi Indonesia saat bergabung dalam Dewan Perdamaian. Sehingga, tak mungkin Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian.
"Ya ada keuntungan kita bergabung, tapi ada reservasi, itu aja kira kira. Jadi apa yang harus diperhatikan. Kita udah masuk masa kita bilang keluar kan enggak mungkin," tutur Alwi.
Akademisi di Bidang Internasional
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang mantan-mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI hingga akademisi di bidang internasional ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Para mantan Menlu RI hingga akademisi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada pukul 14.18 WIB.
Mereka yang hadir yakni, mantan Menlu RI periode 1999-2001 Alwi Shihab, mantan Menlu RI periode 2009-2014 Marty Natalegawa, mantan Menlu RI periode 2014-2024 Retno Marsudi, hingga mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Dino Patti Djalal.
Wamenlu RI Arrmanatha Nasir mengatakan Presiden Prabowo mengundang para mantan Menlu dan Wamenlu serta para pemikir untuk berdiskusi soal isu terkini. Khususnya, terkait kondisi geopolitik.
Mantan Menlu Marty Natalegawa Punya Pandangan Sendiri
"Bapak presiden hari ini menerima para Menlu wakil Menlu juga mantan Menlu, Wakil Menlu serta para think tank untuk berdiskusi. Situasi geopolitik dan lain sebagainya," jelas Arrmanatha.
Sementara itu, mantan Menlu RI era Presiden keenam RI, Marty Natalagewa mengaku belum mengetahui apa yang akan dibahas dalam pertemuan dengan Prabowo. Dia akan mendengar penjelasan terlebih dahulu, termasuk soal keiikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
"Saya ada pandangan sendiri (soal Board of Peace), tapi saya ingin mendengar lagi pandangan, penjelasan nanti," tutur Marty.