SPBU Shell Hanya Sediakan Solar Selama Tiga Minggu, Operator Pastikan Tak Ada PHK
Meskipun hanya melayani kendaraan diesel, pihak SPBU memastikan tidak melakukan pengurangan tenaga kerja.
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Shell mengalami kekosongan stok bahan bakar bensin seperti Shell Super (RON 92), V-Power (RON 95), dan V-Power Nitro+ (RON 98). Dalam tiga minggu terakhir, SPBU tersebut hanya menyediakan jenis bahan bakar solar, yakni Shell V-Power Diesel.
Salah satu SPBU yang terdampak terletak di kawasan Jakarta Selatan. Salah seorang operator yang bekerja di lokasi, Rino (nama disamarkan), mengungkapkan bahwa situasi tersebut sudah berlangsung selama beberapa pekan dan belum ada kepastian kapan pasokan bensin akan kembali normal.
"Di tempat lain kurang tahu, (di sini) tiga minggu. Langsung bareng 3 minggu lalu, (tinggal) diesel mobil solar doangan," kata Rino saat ditemui merdeka.com, Rabu (17/9).
Meskipun hanya melayani kendaraan diesel, pihak SPBU memastikan tidak melakukan pengurangan tenaga kerja. Para karyawan masih tetap bekerja seperti biasa dalam dua shift yang dimulai dari pagi hingga malam.
"Kalau karyawan sih Alhamdulillah masih normal. Kalau tempat lain saya enggak tahu juga," ujarnya.
"Enggak ada perubahan (jam kerja) kalau di sini, sama dari jam 6 (pagi) sampai jam 10 (malam). Masih sama dua shift, ada yang nyambung malem," sambungnya.
Rino juga menegaskan bahwa bahan bakar diesel tidak memiliki masa kedaluwarsa seperti makanan. Jika tersimpan lama, dampaknya paling hanya pada penguapan.
"Enggak ada, kalau bensin itu ya, paling nguap doang (abis). Karena nguap nguap kan," katanya.
Shell Indonesia Lakukan Penyesuaian Operasional
Menanggapi kelangkaan produk bensin di sejumlah SPBU, Shell Indonesia mengakui adanya hambatan pasokan yang mengharuskan mereka menyesuaikan operasional.
"Kami melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell, selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengkap," ujar President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/9).
Penyesuaian tersebut mencakup perubahan jam operasional, pengurangan hari kerja, hingga merumahkan sementara sejumlah karyawan di beberapa lokasi. Kebijakan ini diambil sebagai langkah responsif terhadap kondisi pasokan yang belum stabil.
Meski demikian, Ingrid menegaskan bahwa SPBU Shell tetap melayani masyarakat, khususnya dengan ketersediaan Shell V-Power Diesel. Selain itu, sejumlah layanan lainnya seperti Shell Recharge (pengisian daya mobil listrik), bengkel, Shell Select (minimarket), dan layanan pelumas masih beroperasi normal.
Stok Bensin Shell Kosong di Beberapa Titik
Produk bensin seperti Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ dilaporkan tidak tersedia di sejumlah jaringan SPBU Shell, tanpa kepastian waktu normalisasi pasokan.
Ingrid memastikan pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar distribusi BBM jenis bensin kembali lancar.
"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memastikan produk BBM jenis bensin dapat tersedia kembali," kata Ingrid.