Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Temukan Penyempitan Jalur
Kemacetan parah terjadi di Jalan Latumenten akibat proyek flyover. DPRD DKI sidak lokasi, soroti penyempitan lajur, angkot berhenti sembarangan, dan truk besar.
Proyek pembangunan flyover di Jalan Latumenten, Grogol, Jakarta Barat, memicu kemacetan panjang dan keluhan warga.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, meninjau langsung lokasi proyek untuk melihat kondisi lalu lintas.
Menurutnya, kemacetan terjadi karena penyempitan jalur selama proses pembangunan.
"Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan," kata Kent dalam keterangannya, Rabu (25/2).
Dalam peninjauan tersebut, Kent menemukan bahwa Jalan Latumenten yang sebelumnya memiliki tiga lajur kini hanya menyisakan satu lajur aktif.
Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan panjang, terutama saat jam sibuk pagi dan sore.
Angkot dan Kendaraan Besar Jadi Sorotan
Kent juga menyoroti angkot JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta. Lokasi pemberhentian itu dinilai memperparah kemacetan.
"Angkot berhenti persis setelah perlintasan kereta. Ini memperparah kemacetan. Harusnya titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottle neck, supaya arus kendaraan tetap bergerak," ujarnya.
Selain itu, kendaraan besar seperti truk kontainer dan bus masih melintas di ruas jalan yang menyempit. Ia meminta agar kendaraan tersebut dialihkan ke jalur lain selama proyek berlangsung.
"Truk kontainer dan bus besar masih lewat sini. Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret," ungkapnya.
Kent menegaskan proyek pembangunan tidak boleh mengabaikan kenyamanan warga.
"Kita semua mendukung pembangunan Flyover Latumenten ini karena tujuannya baik, untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta. Tapi jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari," tegasnya.