Serangan DDoS Ganggu Pelaksanaan UKMPPD di UKDW Yogyakarta, Ujian Diulang Tanpa Biaya
Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) di UKDW Yogyakarta mengalami gangguan parah akibat dugaan serangan DDoS, menyebabkan ujian diulang tanpa biaya tambahan bagi peserta terdampak.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta pada Minggu, 16 November, mengalami gangguan teknis signifikan. Insiden ini diduga kuat disebabkan oleh serangan siber berjenis Distributed Denial of Service (DDoS) yang menargetkan sistem ujian. Akibatnya, sesi ujian yang seharusnya berjalan lancar harus ditunda dan dijadwalkan ulang untuk memastikan keadilan bagi seluruh peserta.
Gangguan ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, menyebabkan server menerima lalu lintas data yang sangat tinggi. Kondisi tersebut mengakibatkan sistem ujian menjadi sangat lambat dan mengalami berbagai kesalahan teknis yang menghambat proses pengerjaan soal. Pihak penyelenggara dengan cepat mengambil tindakan untuk mengatasi situasi darurat ini dan menginformasikan kepada para peserta mengenai langkah selanjutnya.
Kepala Biro Kerjasama dan Relasi Publik UKDW, Lucia Dwi Krisnawati, mengonfirmasi insiden tersebut dan menjelaskan bahwa gangguan bukan berasal dari infrastruktur jaringan di UKDW, melainkan dari pusat. Penyelenggara kemudian memutuskan untuk memindahkan sesi 3 yang terdampak ke sesi 5, yang dijadwalkan ulang pada Senin, 17 November, guna memberi kesempatan kepada peserta untuk menyelesaikan ujian mereka.
Kronologi Gangguan dan Dampak Serangan DDoS
Gangguan teknis pada pelaksanaan UKMPPD di UKDW Yogyakarta bermula pada Minggu pagi, tepatnya pukul 09.30 WIB. Menurut Lucia Dwi Krisnawati, serangan siber berjenis DDoS ini menyebabkan lonjakan lalu lintas data yang tidak wajar ke server ujian. "Pada pelaksanaan UKMPPD sesi 3 pagi ini telah terjadi gangguan teknis yang diduga disebabkan oleh serangan DDoS," ujar Lucia Dwi Krisnawati.
Dampak langsung dari serangan ini adalah terhambatnya koneksi dan kinerja sistem ujian, membuat peserta kesulitan mengakses atau menyelesaikan soal. Serangan DDoS berjenis "UDP flood" ini dilaporkan mengenai salah satu alamat IP pada server kementerian, yang kemudian memengaruhi koneksi sejumlah pusat ujian di berbagai lokasi, termasuk UKDW Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa masalah yang terjadi memiliki skala yang lebih luas dan bukan hanya terbatas pada satu institusi.
Meskipun sesi 3 terdampak parah, sesi lain selain sesi tersebut dilaporkan dapat berjalan sesuai rencana. Peserta yang seharusnya mengikuti sesi 3 secara otomatis menjadi kelompok yang harus mengikuti sesi pengganti. Pihak penyelenggara berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan situasi ini, memastikan transparansi dan kejelasan bagi seluruh pihak terkait.
Langkah Penyelenggara dan Jadwal Ulang Ujian
Menanggapi insiden tersebut, Penyelenggara UKMPPD (PUKMPPD) segera menggelar rapat penanganan gangguan ujian MCQs CBT UKMPPD. Hasil rapat tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) tertanggal 16 November 2025 yang ditandatangani oleh Ketua PUKMPPD, dr. Beta Ahlam Gizela. SE tersebut mengonfirmasi bahwa ujian ulang bagi peserta yang terdampak akan dilaksanakan pada 30 November 2025.
Keputusan penting lainnya adalah bahwa peserta yang terdampak tidak akan dikenai biaya tambahan untuk ujian ulang ini. Ini merupakan langkah mitigasi untuk mengurangi beban dan kekhawatiran yang mungkin dirasakan oleh para mahasiswa. Selain itu, UKMPPD secara keseluruhan juga akan dijadwalkan ulang dalam waktu dua minggu mendatang untuk memastikan kelancaran proses ujian bagi seluruh peserta.
Tindak lanjut terkait pelaksanaan uji kompetensi nasional peserta didik profesi dokter akan dibahas lebih lanjut bersama tim Ad hoc, Kemdiktisaintek, dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). UKMPPD sendiri merupakan ujian kompetensi nasional yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa program profesi dokter sebelum mereka dapat memperoleh sertifikat kompetensi, sehingga kelancaran pelaksanaannya sangat krusial bagi masa depan para calon dokter.
Sumber: AntaraNews