Sella Dwi Radayana Raih Perak di Final Para Tenis Meja APG 2025 Thailand
Atlet para tenis meja putri Indonesia, Sella Dwi Radayana, harus puas dengan medali perak di ASEAN Para Games 2025 Thailand setelah kalah tipis dalam pertandingan final. Kisah perjuangan gigih Sella Dwi Radayana di meja hijau patut disimak.
Atlet para tenis meja putri kebanggaan Indonesia, Sella Dwi Radayana, berhasil meraih medali perak dalam ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand. Sella berkompetisi di nomor tunggal putri kelas TT10 (berdiri) yang berlangsung di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima. Pertandingan final yang sengit ini terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026, memperlihatkan semangat juang tinggi dari atlet Indonesia.
Dalam laga puncak tersebut, Sella Dwi Radayana harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Wong Sze Gloria Gracia, dengan skor tipis 2-3. Pertandingan berlangsung dramatis dengan kedudukan set 6-11, 9-11, 11-9, 13-11, dan 3-11. Meskipun gagal meraih medali emas, Sella Dwi Radayana tetap menunjukkan performa yang luar biasa dan patut diapresiasi.
Kekalahan ini menjadi pengalaman berharga bagi Sella, yang sebelumnya kerap menjadi pendulang emas bagi Indonesia di berbagai ajang. Hasil ini menunjukkan tingkat persaingan yang ketat di kancah para tenis meja Asia Tenggara. Namun, Sella Dwi Radayana tetap bersyukur atas perolehan medali perak tersebut.
Perjuangan Sengit di Meja Hijau APG 2025
Pertandingan final antara Sella Dwi Radayana dan Wong Sze Gloria Gracia berlangsung sangat ketat dan penuh drama. Sella sempat tertinggal di dua gim awal dengan skor 6-11 dan 9-11. Namun, atlet asal Kalimantan Timur ini tidak menyerah begitu saja dan menunjukkan mental juara yang kuat.
Dengan ketenangan dan fokus yang tinggi, Sella berhasil bangkit pada gim ketiga dan keempat, membalikkan keadaan menjadi imbang 2-2. Perjuangan gigihnya terlihat jelas pada gim keempat, di mana ia berhasil mengejar ketertinggalan dan memaksakan deuce dua kali. Poin-poin krusial terjadi, dari 10-10, 11-11, hingga akhirnya Sella unggul 13-11, memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Sayangnya, di gim kelima, peraih emas APG 2023 itu kembali goyah. Meskipun sempat membalas setiap poin lawan di awal, Sella akhirnya harus takluk setelah poin ketiga. Ia kalah dari lawan yang pernah dikalahkannya di final edisi APG sebelumnya, mengakhiri harapannya untuk meraih emas di nomor tunggal putri kali ini.
Sportivitas dan Evaluasi Diri Atlet
Setelah pertandingan yang menguras tenaga dan emosi, Sella Dwi Radayana menyampaikan pandangannya. Ia mengakui bahwa secara permainan, kekuatan mereka seimbang. Namun, ia merasa mentalnya perlu diuji lebih keras saat poin-poin krusial. “Secara permainan seimbang tetapi ketika poin beda tipis, mental saya memang harus diuji untuk melawan diri sendiri,” ujar Sella kepada ANTARA setelah pertandingan.
Sella menerima kekalahan tersebut dengan sportif, meskipun target awalnya adalah meraih medali emas di nomor ini. Ia menyadari bahwa kekalahan adalah bagian dari kompetisi dan menjadi pelajaran berharga untuk performa selanjutnya. Sikap profesional ini menunjukkan kedewasaan Sella sebagai seorang atlet.
Meskipun merasa belum bisa menyumbang emas di nomor tunggal putri, Sella Dwi Radayana tetap mengungkapkan rasa syukurnya atas medali perak yang diraih. “Saya mohon maaf, belum bisa menyumbang emas untuk Indonesia di nomor tunggal putri, meski pun tetap bersyukur bisa mendapat perak,” ungkapnya.
Fokus ke Nomor Ganda Campuran
Perjalanan Sella Dwi Radayana di ASEAN Para Games 2025 belum berakhir. Setelah menyelesaikan pertandingan di nomor tunggal putri, Sella akan kembali berjuang untuk Indonesia di nomor ganda campuran. Ini menjadi kesempatan baginya untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dan berpotensi menambah perolehan medali bagi kontingen Merah Putih.
Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia diharapkan dapat memotivasi Sella dan seluruh atlet lainnya untuk terus berprestasi. Semangat juang dan dedikasi para atlet para tenis meja seperti Sella Dwi Radayana menjadi inspirasi bagi banyak orang. Keikutsertaan di nomor ganda campuran juga menjadi bukti bahwa ia tidak menyerah dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
Sumber: AntaraNews