Afrizal Persembahkan Medali Perunggu Para Boccia untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Syafa Muhammad Afrizal berhasil meraih medali perunggu para boccia di ASEAN Para Games 2025, menambah koleksi medali Indonesia dan memperkuat posisi di klasemen sementara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Afrizal Persembahkan Medali Perunggu Para Boccia untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Syafa Muhammad Afrizal berhasil meraih medali perunggu para boccia di ASEAN Para Games 2025, menambah koleksi medali Indonesia dan memperkuat posisi di klasemen sementara. (AntaraNews)

Atlet muda berbakat Indonesia, Syafa Muhammad Afrizal, berhasil menyumbangkan medali perunggu yang membanggakan bagi kontingen Merah Putih di ajang ASEAN Para Games 2025. Prestasi gemilang ini diraih dalam nomor tunggal putra BC1 cabang olahraga para boccia yang berlangsung di His Majesty the King's 80th Birthday Anniversary Stadium, Thailand, pada Jumat.

Afrizal memastikan podium ketiga setelah menunjukkan performa dominan dengan mengalahkan wakil Myanmar, Htike Min Min, dalam pertandingan perebutan medali perunggu. Kemenangan telak 9-0 ini menjadi penutup manis perjuangan Afrizal di kejuaraan olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Raihan medali perunggu para boccia oleh Afrizal turut memperkuat posisi Kontingen Indonesia di klasemen sementara perolehan medali. Kontribusi ini sangat penting dalam upaya Indonesia untuk terus bersaing di papan atas dan menjaga kehormatan bangsa di kancah internasional.

Afrizal, atlet berusia 22 tahun, menunjukkan performa impresif sejak babak penyisihan Grup A. Ia membuka perjalanannya dengan kemenangan meyakinkan 12-0 atas Htike Min Min dari Myanmar, memberikan sinyal kuat akan kemampuannya.

Dominasi Afrizal berlanjut saat menghadapi wakil Filipina, Villarova John Loyd, dengan meraih kemenangan telak 14-0. Hasil positif ini mengantarkannya melaju ke babak selanjutnya dengan penuh percaya diri dan tanpa kesulitan berarti.

Tiket menuju babak semifinal berhasil diamankan Afrizal setelah menundukkan atlet tuan rumah Thailand, Sinthon Decha, dengan skor 6-1. Kemenangan ini menunjukkan adaptasi dan strategi yang matang dari Afrizal di hadapan pendukung lawan.

Namun, langkahnya untuk meraih medali emas harus terhenti di babak semifinal setelah menelan kekalahan dari wakil Singapura, Tae Wei Qiang Jovin. Meskipun demikian, semangat juang Afrizal tidak padam.

Setelah kekalahan di semifinal, Afrizal kembali berjuang di perebutan medali perunggu, menghadapi lawan yang sama di babak penyisihan, Htike Min Min. Dengan fokus dan tekad kuat, ia berhasil mengulang kemenangan dan memastikan medali perunggu para boccia untuk Indonesia.

Medali ini memiliki arti penting bagi Kontingen Indonesia karena membantu menjaga posisi di peringkat kedua klasemen sementara ASEAN Para Games 2025. Setiap medali, termasuk dari cabang olahraga para boccia, sangat berharga dalam persaingan ketat ini.

Hingga Jumat (23/1) pukul 10.30 WIB, Kontingen Merah Putih telah mengumpulkan total 111 medali. Perolehan tersebut terdiri dari 42 medali emas, 39 perak, dan 30 perunggu, menunjukkan konsistensi atlet-atlet Indonesia.

Indonesia saat ini berada di bawah Thailand yang memimpin klasemen dengan perolehan 70 emas, 62 perak, dan 53 perunggu. Sementara itu, jarak dengan Malaysia yang berada di peringkat ketiga juga masih terjaga, di mana Malaysia mengumpulkan 18 emas, 21 perak, dan 32 perunggu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi