Atlet boccia Indonesia, Gischa Zayana, sukses meraih medali emas keduanya di ajang ASEAN Para Games (APG) 2025. Kemenangan ini diraih setelah mengalahkan rekan senegaranya, Intan Cahaya Putri, pada laga final tunggal putri BC2. Pertandingan sengit tersebut berlangsung di Chatchai Hall, Thailand, pada Jumat (23/1).
Gischa menunjukkan dominasinya dengan unggul tipis 4-3 atas Intan dalam pertandingan puncak yang penuh drama. Hasil ini sekaligus menegaskan performa impresif Gischa sepanjang turnamen. Ia berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan hingga meraih gelar juara.
Perolehan medali emas ini menambah pundi-pundi medali bagi Kontingen Indonesia di APG 2025. Kontingen Merah Putih semakin kokoh di posisi kedua klasemen sementara.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Gischa Sejak Babak Penyisihan
Gischa Zayana menunjukkan performa gemilang sejak babak penyisihan grup. Ia berhasil menyapu bersih semua laga dengan kemenangan meyakinkan. Hal ini menjadi modal penting sebelum melaju ke fase gugur turnamen.
Sebelum bertemu di final, Gischa dan Intan Cahaya Putri sempat berhadapan di babak penyisihan Grup A. Pada pertemuan awal tersebut, Gischa juga berhasil mengungguli Intan dengan skor tipis 3-2. Kemenangan ini memberikan keuntungan psikologis bagi Gischa.
Selain Intan, Gischa juga membungkam wakil Laos, Louanglat Viengsing, dengan skor telak 10-0. Perjalanan mulus ini membuktikan konsistensi dan kekuatan mental Gischa di lapangan. Ia tampil tanpa cela sepanjang kompetisi.
Advertisement
Advertisement
Langkah Intan dan Perjuangan Menuju Final
Intan Cahaya Putri, meskipun kalah dari Gischa di babak penyisihan, berhasil bangkit dan menunjukkan semangat juang tinggi. Ia sukses mengalahkan atlet tuan rumah Thailand, Bandi Sunita, dengan skor 6-0. Kemenangan ini membuka jalan Intan menuju babak selanjutnya.
Kedua wakil Indonesia ini kemudian melaju ke babak semifinal dengan hasil yang memuaskan. Gischa berhasil menyingkirkan wakil Thailand, Phromsiri Satanan, dengan skor 3-1. Sementara itu, Intan mengatasi perlawanan wakil Malaysia, Avrinda Anis, dengan skor akhir 6-3.
Pertemuan kembali antara Gischa dan Intan di partai puncak menjadi bukti dominasi atlet boccia Indonesia. Ini juga menunjukkan kualitas pembinaan atlet boccia di tanah air. Final sesama Indonesia ini menjadi tontonan menarik bagi para penggemar.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Medali Boccia dan Posisi Indonesia di APG 2025
Medali emas yang diraih Gischa Zayana merupakan yang kedua bagi tim boccia Indonesia di APG 2025. Sebelumnya, Handayani juga berhasil mempersembahkan emas dari nomor tunggal putri BC1. Handayani mengalahkan wakil Malaysia, Angeline Melissa Lawas, melalui babak tie-break yang mendebarkan.
Secara keseluruhan, kontingen boccia Indonesia telah mengumpulkan total enam medali hingga Jumat (23/1) pukul 13.00 WIB. Perolehan ini terdiri dari dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Capaian ini menunjukkan kekuatan tim boccia Indonesia di kancah regional.
Tambahan medali dari cabang olahraga boccia semakin memperkuat posisi Kontingen Indonesia di klasemen sementara APG 2025. Indonesia kini menempati peringkat kedua dengan total 153 medali. Perolehan ini meliputi 53 emas, 48 perak, dan 52 perunggu.
Advertisement
Indonesia membayangi Thailand yang memimpin di puncak klasemen dengan 91 emas, 84 perak, dan 62 perunggu. Kontingen Merah Putih juga berhasil menjaga jarak aman dari Malaysia di peringkat ketiga, yang membukukan 22 emas, 24 perak, dan 37 perunggu.
Sumber: AntaraNews