Pelatih Para Panahan Indonesia Tingkatkan Jam Tanding Atlet Muda Usai APG 2025
Tim pelatih Para Panahan Indonesia akan menambah intensitas pertandingan bagi atlet muda usai ASEAN Para Games 2025, sebagai strategi pengembangan potensi dan persiapan menuju Asian Para Games 2026.
Pelatih kepala tim Para Panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, mengumumkan rencana strategis untuk meningkatkan intensitas pertandingan bagi para atlet muda. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh setelah partisipasi tim dalam ASEAN Para Games (APG) 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Keputusan ini bertujuan untuk membekali atlet dengan pengalaman berharga di kancah regional sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
Idya Putra Harjianto menegaskan bahwa pengalaman bertanding di level regional sangat krusial sebagai fondasi awal. Hal ini penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi persaingan ketat di tingkat Asia dan dunia pada masa mendatang. Fokus utama adalah membangun mental dan teknik yang solid melalui kompetisi nyata.
Salah satu contoh nyata adalah pengalaman atlet muda Noviera di APG 2025, yang dinilai menjadi modal berharga. Pengalaman ini akan menjadi bekal penting untuk menatap ajang bergengsi Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Tim pelatih berkomitmen penuh dalam pengembangan talenta muda Para Panahan Indonesia.
Evaluasi Performa dan Potensi Atlet Muda Para Panahan Indonesia
Idya Putra Harjianto menjelaskan bahwa kekalahan Noviera dan pasangannya, Kholidin, dalam final nomor mixed team recurve open di APG 2025 merupakan hal yang wajar. Mereka berhadapan dengan lawan berkelas dunia, Hanreuchai Netsiri dan Phattharaphon Pattawaeo, di Mook Stadium Field, Wongchavalitkul University, Minggu siang. Pertandingan ini menjadi ajang pembelajaran berharga bagi para atlet muda.
Ajang ASEAN Para Games berfungsi sebagai “laboratorium turnamen” bagi atlet debutan untuk merasakan tekanan pertandingan besar. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk menguji kemampuan dan mental di bawah sorotan kompetisi internasional. Pengalaman ini sangat penting untuk pertumbuhan karier mereka di masa depan.
Meskipun kalah di final, pencapaian pasangan Kholidin/Noviera menembus babak tersebut telah menunjukkan potensi besar atlet muda Para Panahan Indonesia. Selisih skor yang ketat dalam pertandingan final menjadi indikator positif. Hal ini membuktikan bahwa kualitas atlet Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di level regional.
Tim pelatih akan terus memantau perkembangan dan memberikan dukungan penuh. Mereka percaya bahwa dengan pembinaan yang tepat, atlet-atlet muda ini akan menjadi tulang punggung tim Para Panahan Indonesia di masa depan. Fokus pada pengembangan berkelanjutan menjadi prioritas utama.
Strategi Peningkatan Jam Terbang dan Mental Atlet Para Panahan Indonesia
Untuk memaksimalkan potensi atlet muda, tim pelatih Para Panahan Indonesia berencana memperbanyak partisipasi mereka pada berbagai kejuaraan. Ini mencakup kompetisi di tingkat nasional, regional, maupun dunia. Tujuannya adalah memberikan lebih banyak kesempatan bertanding dan mengasah kemampuan mereka secara konsisten.
Idya berharap, penambahan jam tanding ini akan mampu meningkatkan konsistensi teknik para atlet. Selain itu, diharapkan juga dapat mengasah kemampuan pengambilan keputusan mereka di bawah tekanan. Aspek mental juga menjadi perhatian utama, agar atlet lebih tangguh saat menghadapi situasi krusial dalam pertandingan.
Strategi ini merupakan bagian integral dari program jangka panjang untuk mempersiapkan atlet menuju kompetisi yang lebih besar. Dengan lebih banyak pengalaman, diharapkan atlet dapat mengatasi tantangan dengan lebih baik. Mereka akan menjadi lebih siap secara fisik dan mental untuk menghadapi persaingan global.
Pengembangan berkelanjutan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter atlet. Ketahanan mental dan kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi lapangan menjadi kunci kesuksesan. Tim pelatih berkomitmen untuk menciptakan generasi atlet Para Panahan Indonesia yang tangguh dan berprestasi.
Sumber: AntaraNews