Riyanti Ananda: Bintang Baru Para Panahan Indonesia Raih Tiga Medali di Debut Internasional
Riyanti Ananda, pemanah debutan pelatnas, langsung mencuri perhatian di World Archery Para Series Bangkok 2026 dengan perolehan tiga medali. Simak kiprah bintang baru para panahan Indonesia ini!
Jakarta, 05 April – Nama Riyanti Ananda kini menjadi sorotan utama dalam dunia para panahan Indonesia. Pemanah muda ini tampil gemilang pada debut internasionalnya di World Archery Para Series - Bangkok 2026. Kejuaraan yang berlangsung di Thailand dari 30 Maret hingga 4 April tersebut menjadi panggung bagi Riyanti untuk menunjukkan talentanya. Ia berhasil menyumbangkan tiga medali berharga bagi kontingen Indonesia.
Prestasi luar biasa ini diraih Riyanti Ananda meskipun ia baru bergabung dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada Agustus 2025. Capaian ini menunjukkan potensi besar yang dimilikinya sebagai kekuatan baru. Riyanti berhasil mempersembahkan dua medali emas dan satu medali perunggu dalam ajang tersebut.
Dua medali emas diraih Riyanti dari nomor recurve beregu putri bersama Noviera Ross, serta dari nomor recurve beregu campuran berpasangan dengan Kholidin. Selain itu, ia juga sukses menambah perbendaharaan medali Indonesia dengan meraih satu perunggu dari nomor recurve putri. Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan para panahan Tanah Air.
Debut Gemilang Riyanti Ananda di Kancah Internasional
Pemanah Riyanti Ananda menunjukkan performa yang sangat impresif pada kejuaraan World Archery Para Series - Bangkok 2026. Meskipun berstatus debutan, ia berhasil mengukir sejarah dengan meraih dua medali emas dan satu perunggu. Medali emas pertama datang dari nomor recurve beregu putri, di mana Riyanti berpasangan dengan Noviera Ross.
Emas kedua diraih Riyanti bersama Kholidin di nomor recurve beregu campuran, menunjukkan adaptasi dan kekompakan tim yang solid. Tidak hanya itu, Riyanti juga berhasil meraih medali perunggu individu dari nomor recurve putri. Capaian ini sangat membanggakan mengingat ini adalah pengalaman pertamanya di level internasional.
Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Riyanti Ananda. Menurutnya, Riyanti baru mengikuti pelatihan nasional pada Agustus 2025, namun sudah mampu tampil maksimal. “Capaian dua emas dan satu perunggu merupakan prestasi yang patut diapresiasi,” ujar Rameez Ali Surya Negara.
Keberhasilan Riyanti juga menjadi bukti bahwa sistem pembinaan yang berjalan saat ini mampu melahirkan atlet-atlet baru yang siap bersaing di level dunia. Hal ini memberikan harapan besar bagi regenerasi atlet para panahan Indonesia.
Potensi dan Harapan Riyanti Ananda untuk Indonesia
Bagi Riyanti Ananda, keberhasilan meraih tiga medali dalam kejuaraan dunia pertamanya merupakan pengalaman yang sangat berharga. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi kuat baginya untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya. Riyanti mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, sangat bahagia dan bersyukur. Ini medali pertama saya di event internasional,” kata Riyanti. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim pelatih, NPC Indonesia, dan rekan-rekan atlet. Riyanti menegaskan bahwa tanpa bantuan mereka, ia tidak akan bisa mencapai sejauh ini.
Riyanti Ananda berharap pencapaiannya kali ini dapat menjadi awal yang baik untuk terus memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia di kejuaraan-kejuaraan berikutnya. “Harapannya ke depan saya bisa selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan NPC Indonesia,” tambahnya.
Dengan potensi yang ditunjukkan, Riyanti kini berpeluang besar menjadi salah satu andalan baru Indonesia. Ia diproyeksikan untuk menghadapi agenda besar seperti Asian Para Games 2026 hingga Paralimpiade Los Angeles 2028.
Prestasi Tim Para Panahan Indonesia di Bangkok
Secara keseluruhan, tim para panahan Indonesia menunjukkan performa yang membanggakan di World Archery Para Series - Bangkok 2026. Kontingen Indonesia berhasil membawa pulang total tiga medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu. Capaian ini menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen akhir.
India menduduki posisi pertama dalam klasemen akhir dengan perolehan tujuh emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Tiga medali emas untuk Indonesia dipersembahkan oleh Kholidin dari nomor recurve putra, pasangan Noviera Ross/Riyanti Ananda dari nomor recurve beregu putri, serta duet Riyanti Ananda/Kholidin dari nomor recurve beregu campuran.
Selain medali emas, Indonesia juga meraih satu medali perak melalui pasangan Arif Firmansyah/Teodora Audi Ayudia Ferelly dari nomor compound beregu campuran. Dua medali perunggu lainnya disumbangkan oleh Setiawan dari nomor recurve putra dan Riyanti Ananda dari nomor recurve putri.
Sumber: AntaraNews