Fakta Unik: Debut Manis Pemanah Muda Indonesia di Kejuaraan Dunia Panahan Remaja 2025, Tembus 16 Besar!

Pemanah Muda Indonesia ukir sejarah di Kejuaraan Dunia Panahan Remaja 2025! Baru pertama kali ikut, tiga atlet langsung tembus babak 16 besar. Penasaran bagaimana perjuangan mereka?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Debut Manis Pemanah Muda Indonesia di Kejuaraan Dunia Panahan Remaja 2025, Tembus 16 Besar!
Pemanah Muda Indonesia ukir sejarah di Kejuaraan Dunia Panahan Remaja 2025! Baru pertama kali ikut, tiga atlet langsung tembus babak 16 besar. Penasaran bagaimana perjuangan mereka? (Merdeka.com)

Tim panahan muda Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam debut perdana mereka di Kejuaraan Dunia Panahan Remaja 2025 yang berlangsung di Winnipeg, Kanada, tiga atlet berhasil melaju ke babak 16 besar. Pencapaian ini menjadi sorotan utama dan patut disyukuri, mengingat Indonesia baru pertama kali berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.

Pelatih timnas panahan Indonesia, Denny Decko, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa ini. Menurutnya, hasil tersebut adalah sinyal positif bagi perkembangan olahraga panahan di Tanah Air. Kejuaraan ini diikuti oleh hampir 60 negara, termasuk kekuatan-kekuatan besar dalam dunia panahan, menjadikan keberhasilan ini semakin istimewa.

Meski persiapan tergolong singkat, para atlet menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk bersaing. Mereka membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, hasil maksimal dapat dicapai. Debut manis ini diharapkan menjadi motivasi besar bagi generasi pemanah muda Indonesia untuk terus berprestasi di panggung dunia.

Sebelum bertolak ke Kanada, enam atlet panahan muda Indonesia telah menjalani serangkaian persiapan intensif. Pemusatan latihan nasional (pelatnas) berlangsung di SuperSoccer Arena Djarum, Kudus, dari tanggal 27 Juli hingga 15 Agustus. Waktu persiapan yang hanya sekitar dua pekan ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim.

Namun, keterbatasan waktu tidak menyurutkan semangat para atlet. Pelatih Denny Decko mengungkapkan bahwa kondisi tersebut justru memacu mereka untuk tampil lebih baik. "Kami hanya memiliki waktu sekitar dua pekan pemusatan latihan nasional. Tapi semangat mereka luar biasa. Justru kondisi itu membuat para atlet lebih terpacu bahwa ini ajang pembuktian mereka sebelum benar-benar bersaing di level dunia," ujar Denny.

Tim Indonesia mengirimkan enam atlet muda terbaiknya. Di sektor putra, ada Malik Adzka Abdurrahman (14), Raz Azhar Azaqi (15), dan Hylmi Nauca Zaidan (16). Sementara itu, di sektor putri diwakili oleh Fathiyya Erista Maharani (15), Fayola Jingga Naeva Maheswari (16), dan Shafira Nurin Najwa (14). Mereka semua adalah talenta muda yang siap mengharumkan nama bangsa.

Dari enam atlet yang dikirim, tiga di antaranya berhasil menembus babak 16 besar nomor recurve U18. Mereka adalah Hylmi Nauca Zaidan, Fathiyya Erista Maharani, dan Shafira Nurin Najwa. Ketiganya menunjukkan performa impresif dan mental baja dalam menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara.

Hylmi Nauca Zaidan memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mengalahkan pemanah Uni Emirat Arab, Ali Ranjabri, dengan skor meyakinkan 7-3. Kemenangan ini menunjukkan dominasi Hylmi di lapangan. Sementara itu, Fathiyya Erista Maharani juga tampil gemilang dengan meraih kemenangan pada babak ketiga atas wakil Israel, Shelley Hilton, dengan skor 6-2.

Shafira Nurin Najwa melengkapi daftar wakil Indonesia di babak 16 besar setelah berhasil menyingkirkan pemanah Turki, Dunya Yenihayat, dengan skor 6-2. Keberhasilan ketiga atlet ini menjadi bukti nyata potensi besar panahan Indonesia di masa depan. Mereka akan kembali berjuang di babak 16 besar pada Jumat waktu setempat.

Sayangnya, tiga wakil Indonesia lainnya harus terhenti di babak awal. Raz Azhar Azaqi kalah di babak kedua dari Agastay Singh (India) dengan skor tipis 4-6. Malik Adzka Abdurrahman juga mengalami nasib serupa, terhenti di babak kedua setelah kalah 4-6 dari Soham Sharad Kanase (India). Ini menunjukkan ketatnya persaingan di level dunia.

Adapun Fayola Jingga Naeva Maheswari dari Jawa Tengah terhenti lebih awal di babak pertama setelah kalah 2-6 dari pemanah Moldova, Alexandra Minciucova. Meskipun demikian, pengalaman bertanding di Kejuaraan Dunia ini akan menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

Pelatih Denny Decko berharap pencapaian awal ini dapat menjadi motivasi kuat bagi atlet-atlet muda Indonesia lainnya untuk terus berprestasi di ajang internasional. "Mohon doa masyarakat Indonesia, kami akan berjuang semaksimal mungkin," tutup Denny, menegaskan komitmen tim untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi