Sejarawan Bom Atom Hiroshima, Shigeaki Mori, Wafat di Usia 88 Tahun
Shigeaki Mori, seorang sejarawan sekaligus penyintas bom atom Hiroshima, meninggal dunia pada usia 88 tahun, meninggalkan jejak perjuangan panjang dalam mengungkap kebenaran dan menyerukan perdamaian dunia.
Kabar duka menyelimuti dunia perdamaian dengan berpulangnya Shigeaki Mori, seorang sejarawan terkemuka sekaligus penyintas bom atom Hiroshima. Mori wafat pada usia 88 tahun di sebuah rumah sakit di Hiroshima akhir pekan lalu, demikian konfirmasi dari pihak keluarga pada Selasa.
Sosoknya dikenal luas atas dedikasinya selama puluhan tahun meneliti dan mengidentifikasi 12 tawanan perang Amerika Serikat (AS) yang gugur akibat pengeboman atom. Ia sendiri berhasil selamat dari ledakan dahsyat tersebut saat masih berusia delapan tahun.
Perjalanan hidupnya mencapai sorotan global ketika ia bertemu dan berpelukan dengan mantan Presiden AS Barack Obama pada tahun 2016. Momen emosional ini terjadi saat Obama menjadi presiden AS pertama yang menjabat yang berkunjung ke Hiroshima.
Dedikasi Mengungkap Kisah Tawanan Perang AS
Shigeaki Mori mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk menelusuri nasib para tawanan perang AS yang tewas dalam tragedi bom atom Hiroshima. Penelitian intensif ini dilakukan selama ia masih bekerja di sebuah perusahaan, menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan.
Ia berhasil mengidentifikasi 12 tawanan perang AS yang menjadi korban pengeboman atom yang menghancurkan Hiroshima pada tahap akhir Perang Dunia II. Upayanya ini memberikan pengakuan dan kejelasan bagi keluarga para korban.
Dedikasinya dalam penelitian ini tidak hanya sekadar mengumpulkan data, tetapi juga menghidupkan kembali kisah-kisah yang terlupakan. Hasil penelitiannya menjadi bagian penting dari sejarah kelam perang dan dampaknya terhadap kemanusiaan.
Pertemuan Bersejarah dengan Presiden Obama
Nama Shigeaki Mori semakin dikenal dunia setelah pertemuannya yang mengharukan dengan mantan Presiden AS Barack Obama. Momen pelukan mereka di Hiroshima menjadi simbol rekonsiliasi dan harapan untuk masa depan yang damai.
Kunjungan Obama ke Hiroshima pada tahun 2016 menandai peristiwa bersejarah, menjadikannya presiden AS pertama yang sedang menjabat yang mengunjungi kota tersebut. Pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya dialog dan pemahaman antarnegara.
Obama sendiri dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2009 atas komitmennya yang kuat untuk mewujudkan dunia tanpa senjata nuklir. Pertemuannya dengan Mori memperkuat pesan global tentang bahaya senjata pemusnah massal.
Karya dan Pengakuan atas Perjuangan Mori
Shigeaki Mori juga dikenal sebagai penulis buku berjudul The Secret History of the American POWs Killed by the Atomic Bomb. Buku yang diterbitkan pada tahun 2008 ini didasarkan pada dokumen resmi AS dan Jepang.
Karya tulisnya secara rinci menguraikan nasib belasan tentara AS yang menjadi korban bom atom, memberikan perspektif mendalam tentang dampak perang. Buku ini menjadi referensi penting bagi para sejarawan dan pembaca umum.
Atas dedikasi dan kontribusinya yang luar biasa, Mori dianugerahi Penghargaan Kikuchi Kan pada tahun 2016. Penghargaan ini merupakan salah satu penghargaan budaya paling bergengsi di Jepang, mengakui nilai penting dari penelitiannya.
Pengeboman atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki tiga hari kemudian diperkirakan menewaskan sekitar 210.000 orang hingga akhir tahun tersebut, sebuah tragedi yang mengakhiri Perang Dunia II dengan Jepang menyerah enam hari setelah pengeboman Nagasaki.
Sumber: AntaraNews