'Saya Serahkan Seratus Kunci Rumah MBR, Ada Guru hingga Pelaku Usaha Kecil'
Penyerahan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (13/7), dan disaksikan oleh Sekda Jawa Barat, Direktur Utama Bank BJB, serta Komisioner BP Tapera.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyerahkan secara simbolis 100 kunci rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Barat. Penyerahan ini menjadi bagian dari program nasional KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menyasar kelompok rentan agar bisa memiliki hunian layak.
Penyerahan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (13/7), dan disaksikan oleh Sekda Jawa Barat, Direktur Utama Bank BJB, serta Komisioner BP Tapera.
"Saya serahkan 100 kunci rumah untuk MBR. Ada guru, ada ASN, ada pegawai pabrik, ada karyawan toko dan pelaku usaha kecil lainnya. Program Presiden Prabowo ini didedikasikan untuk rakyat kecil yang berpenghasilan rendah agar bisa hidup sejahtera dan memiliki rumah layak huni," kata Maruarar, dalam rilis yang diterima Selasa (15/7).
Maruarar menyebut program ini merupakan amanat langsung Presiden Prabowo Subianto, dan hasil kolaborasi antara Kementerian PKP, Pemprov Jawa Barat, Bank BJB, dan BP Tapera. Ia meminta jajaran Pemprov Jabar, termasuk Sekda dan Dirut BJB, untuk menjadi garda depan dalam menyukseskan target 90.000 unit rumah FLPP di Jabar.
"Saya minta Sekda Jabar dan Dirut BJB menjadi petarung untuk rakyat. Pak Gubernurnya petarung, kalian juga harus jadi petarung. Petarung agar rakyat kecil memiliki rumah layak huni. Sukseskan program KPR FLPP di Jawa Barat dengan target progresif 90.000 unit. Saya minta yang difasilitasi langsung BJB bisa menembus 10 sampai 20.000 unit," tegasnya.
Bank BJB Catat Ribuan Realisasi KPR Subsidi
Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin, menyebut 100 penerima manfaat berasal dari sembilan wilayah layanan Bank BJB dan BJB Syariah, seperti Soreang, Sumedang, Buah Batu, hingga Garut. Mereka berasal dari berbagai latar profesi dan tergolong MBR.
Hingga Juli 2025, Bank BJB telah merealisasikan 3.783 akad kredit rumah subsidi, terdiri dari 2.243 unit melalui layanan konvensional dan 1.540 unit melalui BJB Syariah.
"Selain BJB KPR Sejahtera FLPP, Saat ini kredit kpr bank BJB memiliki beberapa program unggulan, diantaranya adalah Program KPR gaul. Program ini merupakan program yang diberikan khusus untuk para milenial. Melalui program ini, bank BJB mempersembahkan kemudahan akses pembiayaan kepemilikan rumah sekaligus mewujudkan impian usia milenial terhadap kepemilikan hunian ideal," imbuh Yusuf.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebut Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan realisasi tertinggi KPR FLPP secara nasional, yakni 29.856 unit, dengan nilai pembiayaan Rp3,738 triliun.
""Pemerintah Pusat melalui BP Tapera menargetkan pembangunan 350.000 unit rumah subsidi pada tahun 2025. Dalam skema tersebut, Jawa Barat diharapkan dapat berkontribusi sebesar 25 persen, atau setara dengan 90.000 hingga 100.000 unit rumah subsidi," tutur Heru.
Pemprov Jabar Siap Percepat Kepemilikan Rumah
Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi dalam mempercepat akses rumah layak bagi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dan penyederhanaan izin pembangunan perumahan akan terus dilakukan.
"Komitmen Pak Gubernur untuk rakyat tidak perlu diragukan. Kami diminta kerja keras melakukan percepatan program KPR FLPP di Jawa Barat. Kolaborasi dengan mukti pihak dan penyederhanaan proses perizinan perumahan, serta peningkatan peran Bank BJB dalam mendukung pembiayaan inklusif dan berkeadilan, akan terus kami pacu," ujar Herman.