Satgas Universitas Abulyatama Aceh Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Ungkap Fakta Baru
Aksi mahasiswa yang awalnya damai menjadi ricuh akibat tindakan sekelompok orang tak dikenal yang mengenakan seragam bertuliskan "Satgas".
Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Abulyatama, Aceh, pada Kamis (17/4), berakhir ricuh dan memicu kehebohan publik setelah seorang pria bernama Wahidin, yang diklaim sebagai anggota Satgas kampus, dinyatakan meninggal dunia.
Namun, Polresta Banda Aceh membantah kabar Wahidin tewas akibat dianiaya. Hasil visum menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Tidak ada bukti kekerasan. Hasil pemeriksaan visum luar tidak ditemukan luka maupun memar. Hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan hal itu,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadillah Aditya Pratama, Jumat (18/4).
Aksi Dipicu Ulah Kelompok ‘Satgas’
Menurut Rektor Universitas Abulyatama, Agung Efriyo Hadi, aksi mahasiswa yang awalnya damai menjadi ricuh akibat tindakan sekelompok orang tak dikenal yang mengenakan seragam bertuliskan "Satgas". Ia menyebut, kelompok ini dikomandoi oleh dua orang berinisial N dan RM, yang memicu ketegangan sejak Senin (14/4).
Kelompok berseragam itu, kata Agung, masuk ke area kampus, mengusir satpam dan karyawan, merusak fasilitas, dan bahkan memotong kabel CCTV.
“Satgas tersebut juga melarang mahasiswa memasuki areal kampus. Artinya hak mereka untuk kuliah dihilangkan. Itu yang paling memicu kemarahan mahasiswa,” tegasnya.
Pada Selasa (15/4), mahasiswa mulai melakukan aksi penolakan atas kehadiran kelompok tersebut. Namun, tuntutan itu tidak direspons oleh pihak yang disebut menguasai kampus.
Kondisi memanas ketika gabungan mahasiswa, dosen, pegawai kampus, dan warga Mukim Ateuk, Kuta Baro, turut melakukan unjuk rasa besar pada Kamis (17/4).
Alih-alih meredam suasana, kelompok ‘Satgas’ justru mengunci gerbang kampus dan menghalangi massa masuk, ujar Agung.
“Massa yang awalnya damai, terprovokasi dan akhirnya mendobrak gerbang,” ungkapnya.
Agung juga menyebut adanya tindakan provokatif dari pihak berseragam, seperti melempar batu dan menyiapkan kayu sebagai alat bentrok.
Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, kericuhan di Universitas Abulyatama dipicu oleh konflik internal dalam kepemilikan yayasan dan perombakan pejabat kampus. Akibatnya, aktivitas perkuliahan di kampus tersebut terhenti.