Sambutan Ramadhan 1447 H, Baznas Luncurkan Program 'Santri Memberdayakan Desa' di 26 Titik
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan program 'Santri Memberdayakan Desa' di 26 lokasi strategis selama Ramadhan 1447 H, mengawinkan penguatan spiritualitas mustahik dengan pengalaman praktis agribisnis bagi generasi muda. Program ini bertujua
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan umat dengan meluncurkan inisiatif inovatif menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Program bertajuk "Santri Memberdayakan Desa" ini dirancang untuk mengawinkan penguatan spiritualitas mustahik dengan pengalaman praktis agribisnis bagi generasi muda. Inisiatif ini merupakan langkah strategis Baznas untuk memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan melalui sentuhan nilai-nilai religi.
Sebanyak 78 santri terpilih akan diterjunkan di 26 lokasi yang tersebar di delapan provinsi mulai dari Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka akan menjalani metode live in atau tinggal bersama kelompok binaan Baznas selama dua pekan. Setiap kelompok santri terdiri dari tiga orang, yang akan berinteraksi langsung dengan petani lumbung pangan, pelaku usaha mikro (UMKM), hingga peternak di Balai Ternak Baznas.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, melalui keterangan di Jakarta, Jumat, menyatakan bahwa program ini bertujuan meningkatkan sisi spiritualitas binaan di lokus Balai Ternak dan Lumbung Pangan. Ia berharap para petani dan peternak tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketangguhan iman yang amanah dan produktif. Program ini juga menjadi laboratorium nyata bagi santri milenial untuk belajar langsung mengelola usaha pertanian dan peternakan di lapangan.
Meningkatkan Spiritualitas dan Ekonomi Pedesaan
Program Santri Memberdayakan Desa hadir sebagai solusi holistik untuk meningkatkan kesejahteraan spiritual dan ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan menerjunkan santri-santri pilihan, Baznas berupaya menciptakan sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan praktik ekonomi produktif. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi yang maju dan berkelanjutan di desa-desa.
Para santri akan berperan ganda sebagai mentor religi yang mengisi pengajian, kultum subuh, dan literasi keagamaan bagi warga desa. Di sisi lain, mereka juga akan menyerap ilmu praktis tata kelola agribisnis dan UMKM secara langsung. Saidah Sakwan menekankan bahwa program ini merupakan salah satu dari 13 program Baznas RI selama Ramadhan 1447 H, yang fokus pada pemberdayaan berkelanjutan.
Lokasi-lokasi yang dipilih untuk program ini adalah unit usaha pertanian, mikro, dan peternakan yang sudah berjalan stabil. Hal ini menjadikan lokasi tersebut layak sebagai Pusat Studi Tiru bagi para santri. Fasilitas yang memadai dan profesional diharapkan dapat membekali santri dengan keterampilan yang bisa langsung diterapkan di desa mereka.
Peran Strategis Santri sebagai Agen Perubahan
Pemilihan santri sebagai penggerak dalam program ini didasari oleh potensi besar mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Santri tingkat akhir atau alumni pondok pesantren dengan rentang usia 17-22 tahun dinilai memiliki bekal ilmu agama, energi, dan idealisme yang kuat. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan dan inspirasi bagi warga desa.
Selama dua pekan, para santri akan terlibat langsung dalam aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan keagamaan hingga pendampingan usaha produktif. Keterlibatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman santri, tetapi juga menciptakan suasana Ramadhan yang lebih bermakna di desa. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghidupkan syiar Islam sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.
Program ini juga menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan diri, tidak hanya dalam ilmu agama tetapi juga dalam keterampilan praktis. Mereka akan belajar bagaimana mengelola lumbung pangan dan ternak, serta memahami dinamika usaha mikro di pedesaan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi santri yang berdaya saing.
Mencetak Santripreneur untuk Keberlanjutan Mustahik
Melalui program "Santri Memberdayakan Desa", Baznas berharap dapat mencetak generasi baru "santripreneur" yang tidak hanya mahir membaca kitab, tetapi juga piawai mengelola lumbung pangan dan ternak. Konsep santripreneur ini mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan semangat kewirausahaan.
Kehadiran santri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadhan yang lebih bermakna, sekaligus memastikan keberlanjutan ekonomi mustahik melalui pendampingan yang lebih humanis dan religius. Pendekatan ini menjadikan zakat bukan hanya distribusi bantuan, melainkan investasi untuk kemandirian umat.
Program ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang lebih luas dalam pengembangan ekonomi desa, serta mendorong penguatan ekonomi dan spiritual warga desa. Dengan demikian, Baznas berkontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews