Saat Anies Ceramah di UGM Bahas Kondisi Pendidikan Indonesia
Anies Baswedan menjadi pembicara Kajian Ramadan yang digelar di Masjid UGM, Senin (3/3).
Anies Baswedan menjadi pembicara Kajian Ramadan yang digelar di Masjid UGM, Senin (3/3). Kehadiran Anies ini disambut oleh ribuan jamaah yang memadati Masjid UGM.
Dalam materinya, Anies mengusung tema 'Apakah Pembangunan Infrastruktur Pendidikan dapat Meningkatkan Kualitas Manusia Indonesia'.
Anies menyebut dirinya senang bisa kembali menjadi pembicara di Masjid UGM di bulan Ramadan. Anies merinci dirinya terakhir menjadi pembicara di Masjid UGM ditahun 2023. Tahun 2024, Anies memilih tak jadi pembicara di Masjid UGM karena merupakan tahun politik yang dinilainya agak sensitif.
"Saya senang karena tempat ini juga terang benderang. Siapa yang bilang gelap? Katanya masjid kampus juga kena efisiensi anggaran. Semoga mahasiswanya tidak kena efisiensi. Perjuangkan," ucap Anies.
Mantan Gubernur Jakarta ini menyebut Masjid UGM tak hanya merupakan tempat belajar namun juga tempat kegelisahan kaum intelektual dan menyalakan semangat perjuangan.
"Ini tempat untuk mempertanyakan banyak hal. Bukan tempat teori dan angka saja. Ini tempat menyalakan sinar semangat perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik," urai Anies.
Bicara Pendidikan
Anies membeberkan pendidikan bukanlah hanya tentang kemegahan bangunan kampus dengan segala fasilitasnya. Lingkungan di sekitar kampus seperti di Masjid UGM dianggap Anies juga menjadi tempat belajar.
"Analoginya bibit yang baik untuk tumbuh dengan baik tak hanya butuh lahan tanah subur namun juga iklim yang sehat. Bibit itu mahasiswanya. Lahannya itu kampusnya dan iklimnya adalah lingkungannya," papar Anies.
"Jangan menganggap kalau infrastruktur hanya gedungnya. Kampus yang megah, kokoh tapi infrastrukturnya itu tentang ruang yang bisa menumbuhkan pikiran dan mimpi-mimpi berkembang," ucap Anies.