Rano Karno: Tahun Ini Momentum Kuatkan Implementasi Program Pembangunan Jakarta untuk Warga
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan tahun ini adalah momentum krusial untuk memperkuat implementasi program pembangunan Jakarta yang berdampak langsung bagi masyarakat, dengan fokus pada tiga persoalan utama ibu kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan bahwa tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat implementasi berbagai program pembangunan di ibu kota. Pernyataan ini disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan di Musala Al Mabrur, Cilandak, Jakarta Selatan, pada hari Minggu.
Menurut Rano, penguatan program ini bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh warga. Hal ini merupakan upaya berkelanjutan setelah capaian program sebelumnya.
Dalam kurun waktu setahun terakhir, 97 persen dari 40 program quick win yang dicanangkan bersama Gubernur DKI Pramono Anung telah berhasil dilaksanakan. Capaian signifikan ini menjadi dasar kuat untuk melanjutkan program prioritas pada tahun anggaran yang sedang berjalan.
Fokus Atasi Tiga Persoalan Utama Ibu Kota
Rano Karno menyoroti tiga persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta, yaitu banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Ketiga isu ini menjadi prioritas utama dalam perumusan kebijakan pemerintah provinsi ke depan.
“Jakarta punya tiga persoalan besar, yaitu banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota,” kata Rano. Ia menegaskan bahwa seluruh strategi pembangunan diarahkan untuk menjawab tantangan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mencari solusi komprehensif bagi permasalahan ini, memastikan setiap langkah yang diambil memiliki dampak positif jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan Jakarta yang lebih baik dan nyaman bagi penghuninya.
Normalisasi Sungai dan Penataan Transportasi Publik
Terkait penanganan banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melanjutkan program normalisasi Kali Ciliwung serta penataan kawasan bantaran sungai. Langkah ini krusial untuk mengembalikan fungsi optimal aliran air.
Rano Karno menekankan bahwa proses pembebasan lahan dan relokasi warga akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. “Normalisasi sungai harus dilanjutkan agar fungsi aliran air kembali optimal,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa penataan ini harus berjalan tertib, adil, dan memberikan solusi hunian yang lebih layak.
Dalam sektor transportasi, Pemprov DKI terus berupaya memperluas konektivitas angkutan umum melalui pengembangan Transjabodetabek. Strategi ini menjadi kunci untuk mengurangi kemacetan tanpa harus menambah pembangunan jalan baru yang terbatas lahannya.
“Kami tidak bisa terus-menerus menambah jalan karena keterbatasan lahan. Karena itu, penguatan transportasi publik menjadi strategi utama untuk mengurai kemacetan,” jelas Rano, menggarisbawahi pentingnya transportasi massal.
Komitmen Subsidi dan Semangat Kebersamaan Warga
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melanjutkan kebijakan subsidi transportasi bagi 15 golongan masyarakat. Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan agar akses mobilitas tetap terjangkau.
“Subsidi transportasi umum kami anggarkan cukup besar setiap tahun. Ini adalah komitmen kami agar akses mobilitas warga tetap terjangkau dan inklusif,” ujar Rano, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan warga.
Rano Karno juga menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun Jakarta. Ia berharap momentum Ramadan dapat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial antarwarga.
“Jakarta ini milik kita bersama. Yang bisa menjaga serta membangunnya adalah kita sendiri,” pungkasnya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pemeliharaan ibu kota.
Sumber: AntaraNews