Puncak Arus Natal Diprediksi 25 Desember, Waspadai Tol Batang–Semarang Jadi Titik Lelah Pengendara
Pengguna jalan diimbau menjaga kondisi fisik agar tetap bugar, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.
PT Jasa Marga Semarang–Batang memetakan ruas Tol Batang arah Semarang sebagai salah satu titik rawan kelelahan pengendara selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengguna jalan diimbau menjaga kondisi fisik agar tetap bugar, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.
Direktur Teknik dan Operasional Jasa Marga Semarang–Batang, Daru Satrio, menekankan pentingnya pengemudi mengambil waktu istirahat ketika mulai merasakan lelah. Ia menjelaskan bahwa jalur Batang–Semarang kerap menjadi titik kritis bagi pengendara yang melaju dari Jakarta dan wilayah barat menuju Semarang dan kawasan timur.
"Di Kalikangkung ini, titik lelah pengendara setelah menempuh empat jam perjalanan. Kami minta pengendara memanfaatkan rest area untuk istirahat agar tidak mengalami microsleep (ngantuk sesaat dalam keadaan nyopir). Di rest area, kami sediakan tempat istirahat dan tempat ibadah," kata Daru Satrio saat apel kesiapsiagaan petugas gabungan Jasa Marga untuk pengamanan operasional layanan Natal dan tahun baru, di Tol Kalikangkung Ngaliyan Semarang, Kamis (18/12).
Puncak Lonjakan Diprediksi 25 Desember 2025
Ia menyampaikan, pada periode libur akhir tahun nanti, puncak lonjakan arus lalu lintas diperkirakan terjadi pada 25 Desember 2025. Meningkatnya volume kendaraan pada tanggal tersebut bertepatan dengan libur sekolah serta cuti bersama.
"Volume kendaraan yang melintasi Tol Kalikangkung diperkirakan sekitar 32.700 kendaraan saat puncak perayaan Natal tanggal 25 Desember dari pagi sampai sore," ungkapnya.
Sementara itu, untuk arus balik, peningkatan lalu lintas diproyeksikan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 28 Desember 2025 dan 3 Januari 2026, dengan estimasi volume mencapai sekitar 31.000 kendaraan.
"Arus balik akan terjadi dua kali peningkatan lalu lintas. Untuk awal tahu karena dipengaruhi sisa arus kendaraan dari momen liburan sekolah dan cuti," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Jasa Marga Semarang–Batang telah menggelar apel kesiapsiagaan yang melibatkan petugas gabungan, mulai dari tim pengelola rest area hingga unsur kepolisian guna memastikan kelancaran dan keamanan layanan selama Nataru.
Potongan Tarif Tol
Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan dengan membersihkan bahu jalan tol dan sistem drainase, khususnya menghadapi musim hujan. Daru memastikan hingga Oktober tahun ini tidak ditemukan kendala serius terkait genangan air di sepanjang ruas tol tersebut.
"Sejauh ini sejak Januari sampai Oktober tidak ada gangguan genangan dan drainase," ujarnya.
Dalam rangka memberikan kenyamanan tambahan bagi pengguna jalan, Jasa Marga Semarang–Batang juga memberlakukan potongan tarif tol selama tiga hari, yakni pada 22 hingga 24 Desember 2025. Di sisi lain, jumlah gardu tol dioperasikan secara maksimal untuk mengantisipasi kepadatan, terutama di Gerbang Tol Kalikangkung.
"Kami siapkan mobile rider 20 unit. Kami pastikan transaksi di Kalikangkung siap operasional gardunya. Tempat top-up saldo akan ditambah lagi. Untuk derek gratis kami siapkan bantuan tambahan. Dan itu bisa digunakan pengguna jalan dengan gratis. Untuk kondisi saat ini lebih baik kondisi tahun lalu," pungkasnya.