Rumah Sakit Polri Kramat Jati mulai melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Sejak dini hari, 10 kantong jenazah telah diterima dari lokasi kejadian untuk menjalani pencocokan data medis.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen dr. Prima Heru, memastikan seluruh tim bekerja cepat guna mempercepat proses identifikasi. Petugas gabungan dari berbagai unsur kedokteran kepolisian disiagakan agar jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga.
"Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri telah menerima sepuluh kantong jenazah, di mana kantong jenazah tersebut berisi jenazah perempuan semua ya," kata Prima kepada wartawan di RS Polri, Jakarta, Selasa (28/4).
Advertisement
Keluarga Mulai Datangi Posko Antemortem
Memasuki siang hari, suasana di RS Polri mulai dipenuhi oleh warga yang mencari kabar anggota keluarganya. Kepolisian telah membuka posko antemortem untuk menampung data pendukung yang dibutuhkan dalam proses identifikasi.
"Dan keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga," ujarnya.
Dalam proses identifikasi, tim kedokteran forensik RS Polri bekerja sama dengan berbagai unsur kepolisian, termasuk Inafis dan unit identifikasi dari tingkat daerah hingga pusat.
"Dan saat ini proses identifikasi sedang berjalan, di mana kami bekerja sama dengan Pusiden dari Polda Metro, dari Polres, maupun dari Mabes Polri untuk segera kita bisa mengidentifikasi," jelasnya.
Advertisement
Kendala Biometrik dan Kondisi Korban
Prima mengungkapkan adanya kendala teknis saat pemeriksaan awal menggunakan sistem biometrik. Beberapa data sidik jari korban belum dapat langsung teridentifikasi dalam sistem kependudukan.
"Ada beberapa kendala, di mana jenazahnya pada saat kita cek di Mambis-nya tidak keluar identitasnya. Tapi ini kita lagi dalami lagi," ungkapnya.
Meski demikian, tim forensik tetap optimistis proses identifikasi tidak akan berlangsung lama. Hal ini didukung oleh kondisi sebagian besar jenazah yang masih dapat dikenali secara visual.
"Kita secepatnya kita identifikasi. Karena kondisi jenazahnya relatif utuh," ucapnya.
Namun, ia juga mengakui terdapat beberapa kasus dengan kondisi lebih kompleks akibat benturan keras saat kecelakaan.
Advertisement
Imbauan untuk Keluarga Korban
RS Polri mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang ke posko dengan membawa dokumen pendukung. Data seperti identitas diri, foto terakhir, hingga rekam medis sangat membantu proses identifikasi.
"Yang dibawa, mungkin identitas ya, mungkin perlu foto yang kelihatan giginya, ya, terus identitas yang ada sidik jarinya. Ijazah, iya," pungkasnya.