PSI: Penundaan Pengangkatan CPNS Demi Rekrutmen yang Lebih Transparan
Pemerintah saat ini sedang menyusun peta jalan reformasi birokrasi, sehingga perekrutan CPNS harus dilakukan dengan sangat cermat.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memahami keputusan pemerintah menunda pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) karena didasarkan pada alasan yang kuat.
"Penundaan dilakukan untuk memastikan sistem rekrutmen lebih transparan, adil, dan berbasis kebutuhan instansi. Karena itu, kami juga memohon teman-teman CPNS bisa lebih bersabar. Mas Wapres Gibran juga sudah mengatakan ada solusi yang akan disampaikan Pak Presiden Prabowo," kata Juru Bicara DPP PSI, Putu Yoga, dalam keterangan tertulis, Kamis (13/3).
Pemerintah saat ini sedang menyusun peta jalan reformasi birokrasi, sehingga perekrutan CPNS harus dilakukan dengan sangat cermat.
"Dengan mengubah waktu pengangkatan, pemerintah dapat memastikan formasi yang tersedia, baik yang lama maupun yang baru, benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat," tambah Yoga.
Momen Persiapkan Diri
Di sisi lain, ia menilai penundaan ini justru bisa memberikan waktu tambahan bagi para CPNS untuk mempersiapkan diri.
"Mereka jadi punya waktu tambahan untuk meningkatkan keterampilan dan memperkaya wawasan sebelum akhirnya masuk ke birokrasi. Pada akhirnya, SDM unggul di pemerintahan bisa berkinerja maksimal," lanjut mantan Ketua Presidium PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) tersebut.
Sebelumnya, pemerintah resmi menunda pengangkatan CPNS dari semula Maret 2025 menjadi 1 Oktober 2025. Sementara itu, pengangkatan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang awalnya dijadwalkan Juli 2025, diundur menjadi 1 Maret 2026.