Propam Polri Periksa Anggota Polda Jateng Buntut Lagu 'Bayar, Bayar, Bayar' Band Sukatani
Propam Polri mengaku sangat terbuka dengan kritik dan masukan dari masyarakat guna memperbaiki organisasi guna memberikan pelayanan yang lebih baik.
Band Sukatani menjadi sorotan publik setelah dua personelnya, Ovi alias Twister Angel (vokal) dan AI alias Alectroguy (gitar), merilis video permintaan maaf kepada Polri atas lagu "Bayar Bayar Bayar". Video tersebut diunggah di akun Instagram resmi @sukatani.band.
Setelah video klarifikasi itu muncul, Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri memeriksa anggota Ditressiber Polda Jawa Tengah. Pemeriksaan anggota Polda Jateng itu sebagai bentuk tranparansi polri.
"Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh Polri," ungakp Divpropam Polri melalui akun X resminya Sabtu, (22/2).
Propam Polri mengaku sangat terbuka dengan kritik dan masukan dari masyarakat guna memperbaiki organisasi guna memberikan pelayanan yang lebih baik.
Tapi dalam akun tersebut tidak dijelaskan penyebab anggota Polda Jawa Tengah yang diperiksa.
"Terima kasih atas perhatian dan dukungannya," ucap akun tersebut.
Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan Polri terus berupaya memperbaiki organisasi dan membuka kritik dari berbagai masyarakat sebagaimana yang arahan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Komitmen dan konsistensi, Polri terus berupaya menjadi organisasi yang modern yaitu Polri Tidak Anti Kritik," ucap Trunoyudo saat dikonfirmasi, Jumat (21/2).
Kapolri bahkan juga menegaskan kepada jajarannya untuk selalu menerima kritik dari masyarakat
"Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kerap menegaskan hal tersebut kepada seluruh jajaran," pungkas dia.
Lagu Band Sukatani Bentuk Keterbukaan Ekspresi
Polda Jateng menyatakan tidak melarang bank punk asal Purbalingga, Sukatani untuk bawakan lagu 'Bayar Bayar' ketika tampil di atas panggung.
Meski dianggap kritikan keras terhadap institusi Polri, justru itu menganggap keterbukaan terhadap kebebasan berekpresi.
"Tidak ada pelarangan di panggung. Pada prinsipnya, kita menghargai mereka dalam berekspresi dan berpendapat. Ini menjadi masukan bagi Bapak Kapolri. Mereka adalah teman Bapak Kapolri,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto.
Polda Jateng juga mempersilakan jika band tersebut ingin mengedarkan ulang lagu yang sebelumnya ditarik dari platform digital. "Silakan saja jika ingin diedarkan lagi,” ungkapnya.