Band Sukatani soal Tawaran Jadi Duta Kepolisian: Tegas Kami Menolak
Band Sukatani menjelaskan, keadaannya dalam recovery pasca kejadian bertubi-tubi sejak 24 Juli 2024.
Band Sukatani menceritakan adanya intimidasi yang diterima usai lagi bertajuk ‘bayar bayar bayar’ viral. Salah satunya pemecatan vokalis Band Sukatani, Twister Angel sebagai guru.
Lewat akun Instagram @sukatani.band, mereka menjelaskan, keadaannya dalam recovery pasca kejadian bertubi-tubi sejak 24 Juli 2024. Sebab mendapat tekanan dari pihak kepolisian hingga menyebabkan kerugian.
"Tekanan dan intimidasi dari kepolisian terus kami dapatkan, hingga akhirnya video klarifikasi atas lagu yang berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’ kami unggah melalui media sosial. Kejadian tersebut membuat kami mengalami berbagai kerugian baik secara materiil maupun nonmateriil," tulis Sukatani dalam keterangan yang diunggah, Minggu (2/3).
Dia mengapresiasi atas dukungan semua pihak dan bahkan menanggapi pemecatan sepihak dari tempat mengajarnya sebagai guru SD di Banjarnegara. Maka dari itu secara tegas Band asal Purbalingga itu menolak tawaran untuk menjadi Duta Kepolisian.
"Setelah video klarifikasi kami unggah, banyak sekali tawaran-tawaran kepada Twister Angel akibat respon dari adanya pemecatan. Bahkan khususnya kepada Sukatani, tawaran menjadi Duta Polisi dari Kapolri, dengan tegas kami menolak," jelasnya.
Pemecatan Twister Angel Sebagai Guru
Mereka juga menjelaskan soal pemecatan Twister Angel yang dilakukan sepihak oleh yayasan tempatnya bekerja. Hal itu berbeda dengan yang diungkap pihak sekolah kepada publik.
"Kami meluruskan bahwa Twister Angel benar-benar diberhentikan (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sepihak oleh yayasan tempatnya mengajar dengan alasan 'Twister Angel termasuk salah satu personel Sukatani Band Punk'," tegasnya.
"Pemecatan tersebut dilakukan tanpa memberikan ruang dan kesempatan bagi Twister Angel untuk dimintai keterangan. Bahkan, dalam surat pemecatan yang diterima sama sekali tidak menjelaskan apakah keikutsertaan Twister Angel sebagai personel Sukatani sebagai pelanggaran berat," tuturnya.
Soal pentas di Slawi, Tegal tetap mereka lakukan karena sudah kesepakatan sejak sebelum pembredelan lagu "bayar, bayar, bayar". Sedangkan pentas di Sleman merupakan ajang silaturahmi dan dukungan dari rekan-rekan mereka
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto soal Sukatan saat ini sudah ditangani Mabes Polri. Lebih lanjut dia meminta untuk bertanya ke sana.
"Tanyakan ke Mabes ya," kata Artanto.