Sukatani Kembali Unjuk Gigi Lewat Single 'Tumbal Proyek' Usai Kontroversi Lagu 'Bayar Bayar Bayar'
Duo punk terkenal dari Sukatani baru saja meluncurkan single teranyar mereka yang berjudul "Tumbal Proyek."
Duo musisi punk yang dikenal dengan nama Sukatani berhasil meluncurkan single terbaru mereka yang berjudul Tumbal Proyek pada Minggu (20/4) laly. Lagu ini ditulis dan diproduseri kedua anggotanya, yaitu Twister Angel (Novi) dan Alectroguy (Al).
Untuk distribusi di platform streaming musik digital, mereka bekerja sama dengan label Avant Garden Records. Menurut laporan dari portal berita Tempo, Sukatani juga menggandeng seniman jalanan Gindring Waste untuk menciptakan ilustrasi sampul single terbaru mereka.
Hasil karya tersebut menampilkan elemen sindiran sosial yang dikombinasikan dengan gaya horor, sehingga menarik perhatian banyak orang. Banyak warganet yang merasa nostalgia dengan majalah lawas Hidayah setelah melihat cover lagu Tumbal Proyek.
Rekasi Publik Karya Terbaru Sukatani
Melalui postingan di akun Instagram @sukatani.band, duo asal Purbalingga tersebut mengungkapkan kritik terhadap pembenaran yang terus-menerus terjadi setiap kali ada kasus kematian yang menyertai proyek pembangunan. Mereka berpendapat bahwa masyarakat lebih suka bergosip daripada menggali kebenaran di balik insiden-insiden tersebut.
"Orang yang mati dianggap tak punya harga diri, orang tak bernyawa dianggap tak berguna hingga lebih baik ditumbalkan saja. Desas-desus ini tumbuh subur seperti jamur di musim penghujan," tulis Sukatani dalam pernyataan dikutip Rabu (30/4).
Di samping itu, keduanya juga menyoroti cerita mistis terkait tumbal proyek sering kali dibungkus dengan nuansa yang mengingatkan pada film horor, terutama saat sosok ratu horor Indonesia, Suzanna, menjadi terkenal. Sukatani menjelaskan bagaimana ketakutan melanda masyarakat pada masa itu setelah mendengar cerita-cerita menakutkan tentang hantu yang beredar luas.
"Malam-malam dipenuhi bulu kuduk merinding dan tidur yang selalu tak nyenyak. Mendengar itu tentu membuat siapa saja jadi keder saat keluar rumah sampai larut malam," ungkap duo punk tersebut.
Lepaskan Atribut Perkoataan
Lagu Tumbal Proyek memiliki durasi hampir empat menit. Untuk menikmati karya musik dari Sukatani, sang musisi mengajak pendengarnya untuk melepaskan atribut perkotaan yang mereka kenakan. Tujuannya agar setiap orang bisa lebih dekat dan peka terhadap realitas yang ada di sekitar mereka.
"Kita harus menjadi orang desa dengan segala keunikan dan keragaman budayanya. Tidak menjadi kolot, namun menjadi seseorang yang perlu paham dan mengerti bahwa ada kondisi seperti itu di sekitar kita," ujar Sukatani.
Di akhir pernyataan yang disampaikan bersamaan dengan pengumuman perilisan lagu terbaru, duo Twister Angel dan Alectroguy juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap orang-orang di sekitar mereka. Keduanya menekankan semua orang sebaiknya dicurigai, karena bahkan individu yang terlihat baik sekalipun bisa jadi diam-diam sedang mencari seorang tumbal proyek.
Sempat Dibredel Polisi
Sebelumnya, Sukatani menghadapi tekanan yang cukup besar dari pihak kepolisian akibat kontroversi yang melibatkan lirik lagu Bayar Bayar Bayar. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman masyarakat Indonesia yang meminta bantuan kepada polisi, namun diharuskan membayar sejumlah uang untuk memperlancar proses laporan mereka.
Tak disangka, Bayar Bayar Bayar menjadi viral di media sosial. Namun, sayangnya, lagu yang merupakan bagian dari album Gelap Gempita harus dihapus dari semua platform streaming karena dianggap menyinggung Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bahkan, dua anggota Sukatani diminta untuk melepas topeng yang biasa mereka gunakan untuk menyembunyikan identitas asli dan mengunggah video permintaan maaf.
Tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian tersebut memicu kemarahan di kalangan penggemar dan pengguna internet. Suasana semakin memanas ketika kabar beredar bahwa Twister Angel, yang juga dikenal sebagai Novi, diberhentikan secara sepihak dari pekerjaannya sebagai guru.
Selain itu, terdapat informasi mengenai tawaran gelar "Duta Polisi" dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Sukatani. Meski demikian, duo musisi punk yang debut pada Oktober 2022 ini dengan tegas menolak tawaran tersebut melalui unggahan berjudul "Kabar Untuk Kawan-Kawan".
Mereka juga menjelaskan situasi terkait pemecatan Novi dari yayasan tempatnya mengajar dan memperjelas posisi mereka mengenai penampilan lagu Bayar Bayar Bayar di Tegal, Jawa Tengah. Di akhir pernyataan, keduanya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterima dan menginformasikan adanya dukungan baru dari LBH Semarang-YLBHI.