Progres Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor Capai 60 Persen, Target Rampung 2026
Polri mengumumkan progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor di Gunung Sindur telah mencapai 60 persen, menunjukkan komitmen Polri mencetak generasi pemimpin masa depan.
Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga awal Maret 2026, proyek prestisius yang digagas Polri ini telah mencapai sekitar 60 persen penyelesaian. Informasi ini disampaikan langsung oleh Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto dalam sebuah acara buka puasa bersama.
Acara buka puasa tersebut dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar area pembangunan sekolah. Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto menjelaskan bahwa pembangunan sekolah ini merupakan hasil kolaborasi erat dari berbagai pihak. Dukungan aktif dari masyarakat sekitar juga menjadi faktor kunci kelancaran proses konstruksi hingga saat ini.
“Sekolah ini dibangun karena semangat persaudaraan dan kerja sama berbagai pihak. Kalau hanya Polri yang membangun tentu tidak bisa, tetapi dengan hadirnya berbagai pihak yang membantu, pembangunan ini bisa berjalan hingga sejauh ini,” ujar Budhi. Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2026. Sekolah ini diharapkan akan menjadi salah satu institusi unggulan yang mampu mencetak generasi pemimpin masa depan.
Pencapaian Progres Pembangunan Fasilitas Utama
Salah satu fasilitas utama yang hampir rampung adalah Gedung Academic Center, dengan progres pembangunan mencapai sekitar 95 persen. Gedung ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar mengajar bagi para siswa. Selain ruang kelas, Academic Center juga didesain untuk dilengkapi dengan fasilitas pendukung, termasuk ruang makan bagi seluruh siswa yang akan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Selain itu, pembangunan perpustakaan sekolah juga menunjukkan kemajuan pesat, dengan progres lebih dari 90 persen. Fasilitas perpustakaan ini disiapkan sebagai bagian integral dari proses penilaian program International Baccalaureate (IB) yang sedang diajukan oleh pihak sekolah. Kelengkapan fasilitas ini menjadi bukti keseriusan dalam menyediakan lingkungan belajar berstandar internasional.
Sementara itu, pembangunan asrama siswa yang terdiri atas empat blok terus berjalan dan telah mencapai lebih dari 50 persen. Asrama ini dirancang untuk menampung siswa laki-laki maupun perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ketersediaan asrama menjadi penting untuk mendukung siswa dari luar kota agar dapat fokus dalam menempuh pendidikan.
Fasilitas Pendukung dan Penanaman Nilai Kebinekaan
Kawasan sekolah juga tengah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung lainnya untuk menunjang kegiatan siswa. Fasilitas tersebut meliputi welcoming center, teater, serta sarana ibadah yang representatif. Kelengkapan fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang komprehensif dan mendukung perkembangan holistik siswa.
Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto menambahkan bahwa kompleks rumah ibadah lintas agama turut disiapkan di area sekolah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keberagaman kepada para siswa sejak dini. Keberadaan tempat ibadah untuk berbagai agama diharapkan dapat memupuk toleransi dan saling pengertian antar siswa.
“Kita ingin mendidik para siswa bahwa meskipun berbeda, kita tetap satu. Keberagaman dan kebinekaan justru menjadi kekuatan untuk mempersatukan,” kata Budhi. Pernyataan ini menegaskan visi sekolah untuk tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang menjunjung tinggi persatuan dalam perbedaan.
Kolaborasi dan Apresiasi untuk Masyarakat
Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara merupakan wujud nyata dari semangat persaudaraan dan kerja sama berbagai pihak. Polri mengakui bahwa proyek sebesar ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan sekolah.
Dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut, panitia secara khusus menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Gunung Sindur. Dukungan yang diberikan oleh warga sekitar selama proses pembangunan sangat berarti. Apresiasi ini menunjukkan pengakuan terhadap peran penting komunitas lokal dalam proyek ini.
“Terima kasih kepada masyarakat Gunung Sindur atas dukungannya selama ini. Kami juga mohon maaf apabila aktivitas pembangunan sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar,” ujar Budhi. Permohonan maaf ini mencerminkan sikap transparan dan bertanggung jawab dari pihak penyelenggara pembangunan terhadap dampak yang mungkin timbul bagi lingkungan sekitar.
Sumber: AntaraNews