Profil Muhammad Syafi’i, Wamenag yang Sebut Ormas Minta THR Budaya Lebaran di Indonesia Sejak Dulu
Syafi'i mengatakan, fenomena ormas meminta THR ke para pengusaha adalah budaya saat Lebaran di Indonesia sejak lama.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi'i kini jadi perbincangan publik. Dia disorot karena pernyataannya terkait polemik permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh beberapa organisasi masyarakat kepada pengusaha di Jabodetabek.
Syafi'i mengatakan, fenomena ormas meminta THR ke para pengusaha adalah budaya saat Lebaran di Indonesia sejak lama. Menurutnya, hal tersebut tidak perlu dipersoalkan.
"Saya kira itu fenomena budaya Lebaran di Indonesia sejak dahulu kala, tidak perlu kita persoalkan," ujar Syafi’i dikutip Selasa (25/3).
Syafi'i berkelakar, terkadang ormas-ormas memang mendapatkan THR dan juga tidak.
"Ya, mungkin ada yang lebih, ada yang kurang dan sebagainya. Ya, kadang-kadang dapat, kadang-kadang enggak," kata politisi Gerindra ini.
Profil Muhammad Syafi'i
Muhammad Syafi'i dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenag pada 9 Oktober 2024. Dia lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 21 Oktober 1959. Sebelum menjabat sebagai Wamenag, Syafi'i telah malang melintang di dunia politik.
Dia memulai karier politiknya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1978 hingga 1985. Pengalamannya sebagai anggota legislatif juga terbilang panjang, tercatat sebagai anggota DPRD Medan (1997-1999) dan DPRD Sumatera Utara (2004-2009) dari Partai Bintang Reformasi (PBR).
Puncak karier politiknya terlihat jelas ketika dia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra selama dua periode, yakni 2014-2019 dan 2019-2024.
Selama masa jabatannya di DPR RI, dia aktif di Komisi VIII dan Komisi III, serta terlibat dalam Badan Legislasi DPR RI dan Badan Pengkajian MPR RI.
Karier Non-Politik
Selain berkecimpung di dunia politik, Syafi'i juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Dia pernah bekerja sebagai guru di berbagai satuan pendidikan dan sebagai dosen Agama Islam di Universitas Sisingamangaraja XII (1999-2000).
Dia juga dikenal sebagai seorang mubaligh atau penceramah agama. Sebagai seorang tokoh agama dan politisi, Syafi'i aktif memperjuangkan isu-isu keadilan sosial, hukum, dan pemberdayaan masyarakat.