Jelang Lebaran, Wali Kota Tangsel Mengaku Banyak Proposal THR Masuk
Sejumlah kelompok masyarakat mengajukan permohonan bantuan untuk berbagai kegiatan menjelang Lebaran.
Menjelang Lebaran, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengaku kerap menerima setumpuk proposal permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) dari berbagai elemen masyarakat. Fenomena ini dianggapnya sebagai bagian dari rutinitas tahunan yang sudah ia pahami sejak menjabat sebagai Wakil Wali Kota dua periode bersama Airin Rachmi Diany.
Kini, di periode kedua sebagai Wali Kota Tangsel, Benyamin masih menghadapi hal serupa. Sejumlah kelompok masyarakat mengajukan permohonan bantuan untuk berbagai kegiatan menjelang Lebaran.
"Saya akan usahakan sepanjang kemampuan saya, karena tidak ada pos anggarannya di Pemkot, jadi lebih (bersifat) dari pribadi," ujar Benyamin, Rabu (12/3).
Bahaya Pidana jika Memaksa THR
Meski memahami kebiasaan masyarakat dalam mengajukan proposal THR, Benyamin mengingatkan agar tidak ada unsur paksaan dalam permintaan tersebut, terutama kepada pelaku usaha atau pihak lainnya.
"Betul, biasanya akan banyak pengajuan hal seperti itu," ujarnya.
Benyamin menegaskan, kelompok masyarakat yang menyebarkan proposal THR harus berhati-hati agar tidak melanggar hukum. Ia juga meminta agar pemohon THR dapat menerima bantuan sesuai dengan kemampuan donatur tanpa melakukan tekanan atau paksaan.
"Saya tidak bilang boleh menyebar proposal, tapi tidak boleh memaksa karena berpotensi tindak pidana," tegasnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, proposal permohonan THR tidak hanya ditujukan kepada pengusaha besar, tetapi juga kepada pelaku usaha kecil, seperti pemilik warung pinggir jalan. Banyak proposal ini datang dari pengurus lingkungan, organisasi masyarakat (ormas), hingga kelompok pemuda.