Pramono Anung Minta Perbaikan Tol Semanggi di Luar Jam Sibuk, Hindari Macet Parah!
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendesak agar perbaikan Tol Semanggi dilakukan di luar jam sibuk untuk mencegah kemacetan parah yang merugikan warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta pihak terkait untuk melakukan perbaikan di pintu Tol Semanggi 1 dan Semanggi 2 pada akhir pekan atau di luar jam sibuk. Permintaan ini disampaikan setelah terjadi kemacetan parah yang melanda sejumlah ruas jalan utama Jakarta pada Rabu (24/9) malam.
Pramono Anung menekankan pentingnya koordinasi agar perbaikan infrastruktur tidak mengganggu aktivitas transportasi masyarakat. "Jadi tadi saya sudah minta kepada Dinas Perhubungan untuk mengoordinasikan, jangan lagi dilakukan ketika jam banyak masyarakat sedang bertransportasi, berangkat pulang kerja. Kemarin kan pulang kerja. Kalau mau melakukan ya hari libur lah," kata Pramono di Jakarta, Kamis (26/9).
Kemacetan yang terjadi di kawasan Semanggi tersebut diakibatkan oleh perbaikan pintu Tol Semanggi 1 dan Semanggi 2 yang dilakukan secara bersamaan. Perbaikan ini merupakan dampak dari kerusakan yang dialami akibat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.
Dampak Perbaikan Tak Terencana
Kemacetan parah yang terjadi pada Rabu (24/9) malam di Semanggi menjadi sorotan utama. Arus kendaraan tersendat hingga berjam-jam di sejumlah ruas jalan utama Jakarta, termasuk Sudirman dan Gatot Subroto, akibat penutupan beberapa Gerbang Tol Dalam Kota.
Pramono Anung menjelaskan bahwa insiden ini bersumber dari perbaikan pintu Tol Semanggi yang rusak. "Jadi di Semanggi, kemacetan kemarin disebabkan oleh pintu Semanggi 1 dan 2 yang dilakukan perbaikan karena ekses dari demo-demo kemarin yang mengalami kebakaran dan sebagainya. Dan itu dilakukan secara bersamaan," ujarnya.
Kondisi lalu lintas yang lumpuh total ini sempat menuai banyak keluhan dari para pengguna jalan. Banyak warga yang terjebak macet hingga larut malam, menyebabkan kerugian waktu dan tenaga yang signifikan.
Tanggung Jawab dan Solusi Jangka Pendek
Menanggapi kemacetan parah akibat perbaikan Tol Semanggi, Gubernur Pramono Anung telah meminta pertanggungjawaban dari Jasa Marga. Ia menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Secara khusus kami akan meminta kepada Jasa Marga yang memang bertanggung jawab untuk itu. Jangan sampai kemudian ini terjadi kembali," kata Pramono Anung, menyoroti pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap kegiatan perbaikan.
Sebagai respons cepat, Jasa Marga telah membuka kembali beberapa gerbang tol pada pagi hari setelah insiden kemacetan. Lima gerbang tol yang semula dijadwalkan ditutup untuk perbaikan, kini telah beroperasi kembali secara parsial untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.
Adapun, lima gerbang tol yang beroperasi kembali adalah:
- GT Senayan, beroperasi parsial dengan 2 lajur dapat dilintasi.
- GT Semanggi 1, beroperasi parsial dengan 1 lajur dapat dilintasi.
- GT Slipi 1, beroperasi penuh.
- GT Semanggi 2, beroperasi secara parsial dengan 1 lajur dapat dilintasi.
- GT Kuningan 1, beroperasi secara parsial.
Sumber: AntaraNews