Prabowo Perintahkan Penghematan Seremonial TNI, Anggaran Dialihkan untuk Sekolah Rakyat
Satu unit sekolah rakyat berbasis boarding school dari tingkat SD hingga SMA membutuhkan dana hingga Rp150 miliar.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh kesatuan TNI untuk melakukan penghematan, terutama dalam hal acara seremonial. Arahan ini ia sampaikan dalam wawancara bersama tujuh pemimpin redaksi media di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (6/4).
"Kadang-kadang kita harus agak-agak nekad kalau gitu, ya kan. Use our resources dengan arif dengan pandai daripada hal-hal yang seremonial," ujar Prabowo.
"Umpamanya sekarang ulang tahun—ulang tahun tiap kementerian ada, ulang tahun tiap kesatuan TNI," tambahnya.
Arahan ini disambut baik oleh jajaran TNI. Acara seremonial kini digantikan dengan perayaan internal sederhana, seperti pemotongan tumpeng.
"Kalau ada aset atau ada apa ya bantuan, bagikan prajuritlah daripada seremoni undang-undang tamu," ungkap Prabowo.
Sekolah Rakyat
Prabowo menegaskan, anggaran yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan seremonial akan lebih bermanfaat jika dialihkan untuk membangun sekolah rakyat. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat dari kalangan ekonomi terbawah.
"Ini untuk mematahkan rantai kemiskinan, anak orang miskin. Bapaknya miskin, ibunya miskin, anaknya tidak boleh miskin apalagi cucunya," tegas dia.
Menurutnya, satu unit sekolah rakyat berbasis boarding school dari tingkat SD hingga SMA membutuhkan dana hingga Rp150 miliar. Prabowo telah meminta pemerintah daerah untuk menyediakan lahan seluas 20 hektare sebagai lokasi pembangunan.
"Saya sudah perintahkan ke masing-masing Pemda untuk mencarikan lahan," ucapnya.
Pemerintah akan menjamin kehidupan para siswa selama menempuh pendidikan di sekolah rakyat tersebut. Program ini menjadi bagian dari strategi Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan dan menciptakan pemerataan pendidikan di Indonesia.