PSN Wanam Perkuat Kedaulatan Pangan, Langkah Prabowo Dinilai Strategis
Langkah pemerintah melalui pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa di sektor pangan.
Program Proyek Strategis Nasional (PSN) di Wanam, Papua Selatan, terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Sejumlah fasilitas utama bahkan telah rampung 100 persen dan mulai memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.
Pembangunan kawasan pangan terpadu tersebut dinilai bukan hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membuka harapan bagi pemerataan pembangunan hingga wilayah kampung dan dusun di Papua Selatan.
Salah seorang warga Papua, Tarsan Balagaize, mengaku bersyukur karena pembangunan kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Menurutnya, manfaat proyek tersebut tidak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga masa depan anak cucu mereka.
"Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tetapi sampai kami punya anak-cucu," kata Tarsan Balagaize, Kamis (14/5/2026).
Ia menilai program pemerintah pusat berpotensi membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
"Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat, berarti kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah akan menjadi lebih makmur," ujarnya.
Tarsan juga menyebut masyarakat menerima pembangunan PSN Wanam secara terbuka karena selama ini masih banyak wilayah yang minim infrastruktur dasar.
"Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini," tuturnya.
Strategi Jangka Panjang Negara
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, mengatakan agenda ketahanan pangan nasional perlu dipandang sebagai strategi jangka panjang negara dalam menghadapi tantangan global.
Menurut dia, langkah pemerintah melalui pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa di sektor pangan.
"Hemat saya, berbagai pandangan yang muncul sebaiknya menjadi ruang diskusi bersama. Namun arah besar ketahanan pangan nasional tetap perlu dijaga. Saya kira langkah Presiden Prabowo di Papua, termasuk cetak sawah di Wanam, adalah strategi kedaulatan yang harus berlanjut," ujar Herry, Kamis (21/5/2026).
Peran Penting
Ia menilai program cetak sawah seluas 1 juta hektare yang masuk dalam PSN memiliki peran penting untuk mengurangi ketergantungan impor pangan di tengah dinamika global.
"Dalam konteks krisis global, kemandirian pangan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis bangsa," katanya.
Di sisi lain, progres pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan PSN Wanam juga terus berjalan. Seorang petugas proyek menjelaskan sejumlah fasilitas utama hampir seluruhnya telah selesai dibangun.
"Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen," ujarnya.
Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sementara warehouse multipurpose mencapai 88 persen.
“Berikut juga dengan solar cell yang sudah 100 persen,” katanya.
Kawasan Wanam sendiri diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah seluas 1 juta hektare. Selain pertanian, proyek tersebut juga mencakup pengembangan jaringan irigasi, energi, serta konektivitas logistik yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Pemerintah berharap pembangunan tersebut dapat menjadi fondasi penguatan ketahanan pangan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan nasional dari daerah menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru.