Polres Jakpus Bikin Warung dan Bengkel untuk Ojol Kamtibmas
Kapolres Metro Jakpus Kombes Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan gagasan ini lahir dari program Polda Metro yang menumbuhkan kemitraan antara Polri dan Ojol.
Sekelompok pengemudi ojek online kini punya tempat baru untuk menggerakkan roda ekonomi.
Polres Metro Jakarta Pusat meresmikan dua warung dan bengkel komunitas yang dikelola oleh para driver yang tergabung dalam Ojol Kamtibmas, mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan gagasan ini lahir dari program Polda Metro Jaya yang menumbuhkan kemitraan antara Polri dengan pengemudi ojol.
"Rakyat Mart nantinya untuk pengelolaan akan diberikan kepada mitra Ojol di wilayah kecamatan. Hal tersebut berjalan selaras dengan dibentuknya Presidium Ojol Kamtibmas di masing-masing wilayah kecamatan," kata Susatyo, dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Susatyo mengatakan, warung ini akan tersebar di delapan kecamatan yakni Gambir, Menteng, Tanah Abang, Sawah Besar, Senen, Johar Baru, Cempaka Putih, dan Kemayoran. Tujuannya bukan semata dagang, tapi menggerakkan solidaritas ekonomi di kalangan driver.
"Rakyat Mart ini dapat menjadikan ojol sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga harkamtibmas serta kecintaan kepada Polri. Melakukan gerakan pangan murah serta pemberdayaan ekonomi driver ojol," ujar dia.
Di dalamnya tersedia berbagai kebutuhan sehari-hari seperti kopi saset, mi instan, hingga gas elpiji 3 kilogram. Lengkap pula dengan dispenser, wastafel, hingga peralatan makan sederhana. Semua dirancang agar para pengemudi bisa mampir beristirahat sambil belanja murah tanpa harus jauh-jauh meninggalkan wilayahnya.
"Kemandirian ekonomi mengurangi ketergantungan driver hanya pada aplikasi, dengan cara membuka peluang bisnis nyata di lapangan. Edukasi kewirausahaan, dengan menjadi sarana pelatihan dalam manajemen usaha, akuntansi sederhana serta pelayanan kepada pelanggan," ucapnya.
Tak berhenti di situ, Susatyo mengatakan, pihaknya juga menyiapkan bengkel komunitas yang menjadi tempat para ojol memperbaiki tunggangannya.
Di sana tersedia kompresor, peralatan tambal ban, oli motor hingga ban dalam. Bengkel ini bukan cuma tempat servis, tapi juga wadah belajar bagi para pengemudi untuk mengelola usaha perawatan kendaraan.
Susatyo menjelaskan, lewat dua program ini, Polri ingin membangun hubungan yang lebih erat dengan para ojol. Langkah ini diharapkan jadi contoh sinergi antara polisi dan masyarakat untuk saling menjaga, saling menopang, dan sama-sama tumbuh.
"Diharapkan hal ini bisa melakukan gerakan pemberdayaan ekonomi driver ojol. Meningkatkan lesejahteraan membantu para driver ojol dan keluarganya mendapatkan akses untuk perawatan kendaraan," ujar dia.
"Usaha kolektif berbasis komunitas untuk menguatkan solidaritas dan persatuan antar-driver dengan pihak Kepolisian. Kemandirian ekonomi mengurangi ketergantungan driver hanya pada aplikasi dengan cara membuka peluang bisnis nyata di lapangan," kata dia.