Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Warakas Jakut
Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan gelar perkara bertujuan untuk mencocokkan semua fakta yang ada.
Polisi berencana untuk segera melakukan gelar perkara guna merangkum hasil penyelidikan terkait kematian satu keluarga di sebuah rumah kontrakan yang terletak di Jalan Warakas VIII, Gang 10 No 108, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Proses gelar perkara ini juga akan melibatkan Laboratorium Forensik dan Dokter Forensik.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa gelar perkara ini bertujuan untuk mencocokkan berbagai potongan fakta. Hal ini mencakup hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), data autopsi jenazah, serta kandungan zat yang ditemukan dalam barang bukti. Dari semua informasi ini, penyidik akan menentukan penyebab kematian para korban.
“Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara akan melaksanakan gelar perkara bersama Labfor dan Dokfor untuk membahas temuan fakta di TKP, hasil autopsi, dan hasil uji laboratoris, guna menyimpulkan penyebab kematian para korban,” ungkap Budi kepada wartawan pada Kamis (15/1/2026).
Sejauh ini, dugaan awal menunjukkan bahwa kematian korban disebabkan oleh keracunan, dengan sejumlah petunjuk yang ditemukan di dalam rumah kontrakan mengarah pada adanya zat berbahaya. Semua temuan tersebut saat ini sedang diperiksa di laboratorium.
“Tentang kasus Warakas. Ini sedikit kami bocorkan kepada rekan-rekan, memang dugaan peristiwa itu terindikasi adanya keracunan,” jelasnya. Namun, hasil pemeriksaan lengkap akan disampaikan setelah proses forensik selesai dan dianalisis secara menyeluruh oleh pihak yang berkompeten.
“Nanti akan disampaikan oleh laboratorium forensik dan dokter yang melaksanakan otopsi. Karena beliau-beliau adalah orang yang berkompeten. Sehingga pada saat rekan-rekan menanyakan langkah-langkah, fakta, itu akan lebih bisa disampaikan secara komprehensif,” tambahnya.
Selain menunggu hasil dari laboratorium, penyidik juga berencana untuk meminta keterangan dari salah satu anggota keluarga korban yang selamat, berinisial ASJ. Saat ini, ASJ masih menjalani perawatan medis. “Untuk Warakas saya sampaikan, saudara ASJ masih dalam proses perawatan. Jadi kita berharap yang bersangkutan juga cepat sembuh untuk kita bisa meminta informasi ya,” tutupnya.
Keluarga Ditemukan Tewas
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengungkapkan bahwa kematian para korban pertama kali diketahui oleh salah satu anak korban yang pulang dari kerja. Ketika ia membuka pintu rumah, ia menemukan keluarganya tergeletak tak bergerak dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Dalam keadaan panik, ia berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.
"Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa, kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar," jelas Onkoseno kepada wartawan pada Jumat (2/1/2026).
Di dalam rumah tersebut, terdapat dua orang lainnya yang masih hidup. Salah satu dari mereka kini sedang dimintai keterangan lebih lanjut, termasuk menelusuri aktivitas terakhir para korban sebelum ditemukan meninggal. Sementara itu, satu anggota keluarga lainnya dilaporkan selamat dan saat ini sedang menjalani perawatan medis, dengan kondisi yang berangsur stabil.
"Jadi ada saksi juga yang dari bagian dari keluarga, status mereka adalah putra dari salah satu korban juga, ya. Itu juga sedang kita lakukan pemeriksaan," tambahnya.
"Itu yang satunya masih kita dalami juga. Dia selama sampai tadi ditemukan kemana saja dan sebagainya, masih kita lakukan pemeriksaan," tutupnya.
Empat Orang Saksi Telah Diperiksa
Kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi yang merupakan tetangga korban. "Adapun saksi-saksi ada empat orang yang berstatus sebagai tetangga daripada korban, itu saat ini juga sedang kita lakukan pemeriksaan untuk kita ambil keterangannya," ucap dia. Dari informasi yang diperoleh, diketahui bahwa korban adalah seorang ibu tunggal yang tinggal bersama anak-anaknya, di mana salah satu anaknya diketahui berjualan minuman. Saat ini, penyebab kematian korban masih belum dapat dipastikan.
"Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung," ujar dia.