6 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Kematian Satu Keluarga di Warakas, Tanjung Priok Jakut

Korban terdiri dari seorang ibu bernama Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13).

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
6 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Kematian Satu Keluarga di Warakas, Tanjung Priok Jakut
6 Saksi Diperiksa Polisi Terkait Kematian Satu Keluarga di Warakas, Tanjung Priok Jakut (Merdeka.com)

Kematian tiga orang di rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII, Gang 10 No 108, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyisakan misteri. Ketiga korban ditemukan tak bernyawa di dengan kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam kemerahan di tubuh.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, korban terdiri dari seorang ibu bernama Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13). Saat dilakukan pemeriksaan, didapati tanda-tanda tak wajar pada tubuh korban.

"Mereka bertiga ditemukan di dalam sebuah rumah kontrakan dalam kondisi meninggal, dan hasil penanganan awal kami di TKP (Tempat Kejadian Perkara), itu tiga korban tersebut meninggal dalam kondisi mulut berbusa dan ada ruam merah," kata Onkoseno kepada wartawan, Jumat (2/1).

"Namun penyebabnya apa atau sebanyak apa karena apa, masih dalam pemeriksaan dari dokter forensik yang menangani," sambung dia.

Polisi bergerak menyita sejumlah barang dari dalam rumah. Beberapa botol, sprei, hingga pakaian korban disita untuk diperiksa lebih lanjut. Seluruh barang bukti tersebut akan diperiksa lebih lanjut bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

"Ada beberapa barang yang kita amankan untuk selanjutnya kita lakukan penelitian bersama Puslabfor," ucap dia.

Tak hanya itu, jenazah ketiga korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan otopsi.

"Untuk ketiga korban ini sendiri juga saat ini sedang dilakukan pemeriksaan luar dan otopsi di Rumah Sakit Polri," terang dia.

Kematian para korban ini pertama kali diketahui saat salah satu anak korban pulang kerja. Saat membuka pintu rumah, ia mendapati keluarganya tergeletak tak bergerak dengan kondisi mengenaskan. Panik, ia langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.

"Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa, kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar," ucap dia.

Di rumah tersebut, terdapat dua orang lain yang masih hidup. Salah satunya kini tengah dimintai keterangan lebih jauh, termasuk menelusuri aktivitas terakhir para korban sebelum ditemukan meninggal.

Sedangkan, satu anggota keluarga lainnya dilaporkan selamat dan masih menjalani perawatan medis, kondisinya kini berangsur stabil.

"Jadi ada saksi juga yang dari bagian dari keluarga, status mereka adalah putra dari salah satu korban juga, ya. Itu juga sedang kita lakukan pemeriksaan," ujar dia.

"Itu yang satunya masih kita dalami juga.

Dia selama sampai tadi ditemukan kemana saja dan sebagainya, masih kita lakukan pemeriksaan," sambung dia.

Selain itu, kepolisian juga telah memeriksa empat saksi dari lingkungan sekitar yang merupakan tetangga korban.

"Adapun saksi-saksi ada empat orang yang berstatus sebagai tetangga daripada korban, itu saat ini juga sedang kita lakukan pemeriksaan untuk kita ambil keterangannya," ucap dia.

Informasi awal menyebutkan, korban ibu merupakan orang tua tunggal yang tinggal bersama anak-anaknya. Salah satu anak diketahui berjualan minuman.Sejauh ini, penyebab kematian belum bisa dipastikan.

"Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung," ujar dia.

Rekomendasi