Polisi Duga Satu Keluarga di Warakas Jakut Tewas karena Keracunan
Dia menjelaskan bahwa tanda-tanda keracunan terlihat dari bukti yang ditemukan di tempat kejadian serta barang-barang yang telah diamankan oleh penyidik.
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian satu keluarga yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII, Gang 10 No 108, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari hasil penyelidikan awal, penyebab kematian mereka diduga akibat keracunan.
"Tentang kasus Warakas, kami sedikit membocorkan kepada rekan-rekan bahwa dugaan peristiwa ini terindikasi adanya keracunan," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan pada Senin (12/1/2025).
Dia menjelaskan bahwa indikasi keracunan tersebut muncul dari temuan di lokasi kejadian serta barang-barang yang diamankan oleh penyidik. Seluruh temuan ini saat ini sedang didalami melalui pemeriksaan laboratorium dan kedokteran forensik.
Menurutnya, tim Labfor dan dokter forensik bersama penyidik akan segera menggelar perkara untuk mencocokkan hasil uji laboratorium dengan barang bukti yang disita saat olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Saat ini pihak laboratorium serta kedokteran forensik yang melaksanakan autopsi bersama penyidik akan segera melakukan gelar perkara atau rekonsiliasi. Sehingga hasil yang ditemukan dari kandungan yang disita pada saat peristiwa itu, akan dilakukan gelar perkara persesuaian," tambahnya.
Hasil lengkap pemeriksaan akan disampaikan setelah proses forensik selesai dan dianalisis secara menyeluruh oleh pihak yang berkompeten.
"Nanti akan disampaikan oleh laboratorium forensik dan dokter yang melaksanakan otopsi. Karena mereka adalah orang yang berkompeten. Sehingga saat rekan-rekan menanyakan langkah-langkah dan fakta, itu akan lebih bisa disampaikan secara komprehensif," jelasnya.
Selain menunggu hasil laboratorium, penyidik juga berencana meminta keterangan dari salah satu anggota keluarga korban yang selamat, berinisial ASJ. Saat ini, ASJ masih menjalani perawatan medis.
"Untuk Warakas saya sampaikan, saudara ASJ masih dalam proses perawatan. Jadi kita berharap yang bersangkutan juga cepat sembuh agar bisa memberikan informasi," tutupnya.
Korban ditemukan dengan kondisi mulut berbusa
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengungkapkan bahwa kematian para korban pertama kali diketahui ketika salah satu anak korban pulang dari kerja. Ketika membuka pintu rumah, ia melihat keluarganya tergeletak tak bergerak dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Dalam keadaan panik, ia langsung berteriak meminta bantuan dari warga sekitar.
"Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa, kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar," kata Onkoseno kepada wartawan pada Jumat (2/1/2026).
Di dalam rumah tersebut, terdapat dua orang lainnya yang masih hidup. Salah satu dari mereka kini sedang dimintai keterangan lebih lanjut, termasuk menelusuri aktivitas terakhir para korban sebelum ditemukan meninggal. Sementara itu, satu anggota keluarga lainnya dilaporkan selamat dan saat ini masih menjalani perawatan medis, dengan kondisinya yang berangsur stabil.
"Jadi ada saksi juga yang dari bagian dari keluarga, status mereka adalah putra dari salah satu korban juga, ya. Itu juga sedang kita lakukan pemeriksaan," ujar dia.
"Itu yang satunya masih kita dalami juga. Dia selama sampai tadi ditemukan kemana saja dan sebagainya, masih kita lakukan pemeriksaan," sambungnya.
Empat Saksi sedang Diperiksa
Kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi yang merupakan tetangga dari korban.
"Adapun saksi-saksi ada empat orang yang berstatus sebagai tetangga daripada korban, itu saat ini juga sedang kita lakukan pemeriksaan untuk kita ambil keterangannya," ucap dia.
Dari informasi yang diperoleh, diketahui bahwa korban adalah seorang ibu tunggal yang tinggal bersama anak-anaknya, dan salah satu anaknya diketahui berjualan minuman. Saat ini, penyebab kematian korban masih belum dapat dipastikan.
"Untuk dugaan penyebab kematian belum bisa kita sampaikan saat ini karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung," ujar dia.