PKS Minta MenPAN-RB 'Bisiki' Prabowo soal Pemindahan ASN ke IKN: Akan Muncul Perselingkuhan Dimana-mana
Awalnya, Rahmat menanyakan pemindahan ASN ke IKN apakah sebuah kebutuhan atau hanya sekedar keinginan?
Komisi II menggelar rapat bareng Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB) terkait pemindahan Aparatur Sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Anggota Komisi II DPR Fraksi PKS, Rahmat Saleh mengingatkan jajaran KemenPAN-RB agar tidak buru-buru memindahkan para ASN ke IKN sebelum adanya infrastruktur yang memadai. Bahkan, ia sampai menyinggung perselingkuhan.
Awalnya, Rahmat menanyakan pemindahan ASN ke IKN apakah sebuah kebutuhan atau hanya sekedar keinginan? "Ini penting kita tanyakan karena ini sudah kebutuhan, tentu kita harus segera bahas langkah-langkah dan tahapan-tahapan yang sudah dirancang gitu," kata Rahmat saat rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Selasa (22/4).
Sebab, diprediksi akan berdampak yang ditimbulkan. "Baik dampak terkait dengan masalah anggaran, terutama sekarang kita terkait dengan efisiensi dan juga kondisi ekonomi global yang masih belum terprediksi arahnya ke mana. Karena apa karena nanti akan timbul
macam-macam, contoh ketika kementerian lembaga pindah kemudian ada sarana prasarana mobil dinas kemudian operasional kalau seandainya masih belum dibutuhkan ternyata masih urusan kita banyak di Jakarta," tuturnya.
Terkait pemindahan ASN, kata Rahmat, diprediksi akan menimbulkan pembengkakan-pembengkakan anggaran. Termasuk, pembengkakan tiket pesawat ASN untuk bolak-balik ke IKN. Di samping itu, akan ada permasalahan baru yang terdampak.
Masalah Baru
Contoh, masalah keluarga, misalnya istrinya atau suaminya atau pasangannya ya, pindah ke IKN. Kemudian proses pemindahan antara instansi pasangannya belum terjadi, maka keluarga akan terpisah dan itu akan memunculkan masalah baru.
"Ini akan muncul masalah baru. Mungkin nanti akan muncul perselingkuhan di mana-mana. Karena apa? Tiket mahal, pulang pergi mahal. Sementara uang tidak cukup untuk biaya operasional itu. Istri jauh, anak-anak jauh. Maka muncul masalah-masalah yang kita tidak prediksi. Belum lagi masalah penyesuaian tetangga ada sosial budaya dan masalah setempat," kata Saleh.
Untuk itu, Rahmat meminta MenpanRB Rini Widyantini untuk memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan yang akan diambil terkait pemindahan ASN ke IKN.
"Sehingga Pak Presiden tidak salah ambil kebijakan, lebih baik kita matangkan bersabar
kemudian kita analisa kalau begitu sudah butuh ya sudah sama-sama kita," tuturnya.