Pilkada 2024 Jadi Ajang Peran Anak Muda Uji Calon Kepala Daerah
Data KPU, komposisi pemilih generasi muda memang mencapai 55%, yaitu lebih dari separuh total pemilih.
Data KPU, komposisi pemilih generasi muda memang mencapai 55%, yaitu lebih dari separuh total pemilih.
Pilkada 2024 Jadi Ajang Peran Anak Muda Uji Calon Kepala Daerah
Pilkada serentak 2024 diharapkan memberikan ruang partisipasi politik yang luas, seperti Pemilu 2024 kemarin. Hal ini terlihat dari artisipasi masyarakat, terutama pemilih muda, terlihat meningkat tajam karena hadirnya berbagai program kampanye yang kreatif dan partisipatif. Terlebih di mana menurut data KPU, komposisi pemilih generasi muda memang mencapai 55%, yaitu lebih dari separuh total pemilih.
Hal itu disampaikan inisiator Desak Anies, yang juga Koordinator Media Ubah Bareng, Ghifari Fachrezi. Kata pria 26 tahun ini, anak muda akan lebih merasa didengar dan dilibatkan.
“Tentu saya berharap nantinya Pilkada serentak ini juga bisa diwarnai dengan berbagai model atau program kampanye yang partisipatif dan substantif. Entah di mana pun daerah pemilihannya, dan siapa pun itu paslonnya. Karena dari Pemilu kemarin kita telah melihat bahwa masyarakat, khususnya anak muda, akan selalu ingin didengar, dilibatkan, serta dipertimbangkan. Anak muda bukan sekedar komoditas politik yang dibutuhkan saat di bilik suara saja, tapi lebih dari itu,” ujar Ghifari dalam keterangan, Jumat (2/8).
Oleh karenanya, Ghifari juga berharap agar para paslon bisa melibatkan langsung para anak muda di wilayah pencalonannya. Karena berkaca dari Pemilu kemarin, Ghifari melihat aktivisme anak muda baik di media sosial maupun keterlibatan langsung, sangatlah tinggi.“Saya selalu track trend-nya secara internal saat Pemilu kemarin, dan memang sangat tinggi tingkat partisipasinya. Jadi ini sebuah kekuatan dan tekanan politik yang harus dipertimbangkan."
"Biarkan anak muda menguji calon pemimpinnya sebebas-bebasnya. Apa gagasannya terhadap generasi muda? Ke mana keberpihakannya?
"Seberapa inklusif calon tersebut? Kami butuh tahu itu. Makanya, ruang partisipasi terbuka harus dihadirkan oleh setiap galon pemimpin. Jangan malah menutup diri,” tambah Ghifari.
Maka segala ide-ide dan hal baik pada Pemilu 2024, diharapkan dapat diteruskan, direplikasi, dan ditingkatkan penerapannya pada Pilkada serentak 2024 mendatang.
“Dengan begitu, harapannya Pilkada ini dapat melahirkan pemimpin daerah yang benar-benar kapabel. Karena memang benar-benar dinilai dan diuji langsung oleh masyarakat di daerahnya. Dan menurut saya, politik yang sehat memang harus seperti itu,” tutup Ghifari.