DPD Partai Golkar Jawa Timur secara resmi menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk aktif membidik serta mengajak anak muda agar melek politik. Seruan ini disampaikan demi menyambut fenomena bonus demografi yang akan mendominasi panggung politik nasional. Keterlibatan generasi muda dianggap krusial untuk masa depan partai dan bangsa.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufti, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam partai politik. Hal ini diungkapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Kediri pada Jumat (26/9) di Kediri. Pihaknya memahami bahwa fenomena bonus demografi saat ini memerlukan respons strategis dari partai.
Menurut Ali, analisis politik menunjukkan bahwa 69 persen pemilih pada Pemilu 2029 diperkirakan berusia di bawah 30 tahun. Oleh karena itu, partai harus mampu merespons dinamika ini agar tidak dijauhi oleh kaum muda. Partai Golkar memiliki target ambisius untuk merekrut generasi milenial dan Gen Z.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Regenerasi dan Bonus Demografi
Keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk masa depan bangsa, khususnya dalam menghadapi bonus demografi. Ali Mufti menyoroti bahwa banyak pemilih pemula yang akan muncul pada Pemilu 2029, sehingga partai harus responsif terhadap kondisi ini. Jika tidak, partai berisiko kehilangan relevansi di mata anak muda.
Dalam kesempatan Musda XI DPD Partai Golkar Kota Kediri, Ali Mufti menyatakan harapannya. Pihaknya menargetkan agar 50 persen anak muda di bawah usia 40 tahun dapat bergabung dengan partai. Ini merupakan bagian dari upaya Golkar untuk memperkuat kaderisasi dan memastikan keberlanjutan kepemimpinan di masa depan.
Keterlibatan anak muda, khususnya di Kota Kediri, diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun kota. Mereka diharapkan mampu mendampingi masyarakat dan bekerja sama dengan rakyat, sesuai dengan hakikat keberadaan sebuah partai politik. Pejabat publik, menurut Ali, harus mencerminkan karakter publik yang melayani.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Partai dan Pemerintah Daerah
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengungkapkan bahwa musyawarah daerah merupakan forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan konsolidasi internal partai. Partai Golkar, dengan sejarah panjang dan kiprah besar dalam perjalanan bangsa, memiliki modal kuat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan. Kontribusi ini termasuk di tingkat daerah, khususnya Kota Kediri.
Vinanda berharap melalui musda ini akan terpilih pimpinan dan jajaran Partai Golkar yang semakin solid, visioner, dan merangkul semua elemen. Penting bagi partai untuk kuat dalam menjaga soliditas internal. Selain itu, partai juga harus terbuka membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya.
Wali Kota Kediri menyadari bahwa membangun Kota Kediri yang 'Mapan' (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni) tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi erat, termasuk bersama partai politik yang menjadi mitra strategis pemerintah. Partai politik berperan penting dalam menyerap aspirasi dan kepentingan masyarakat.
Advertisement
Menurut Vinanda, keberadaan partai politik memiliki peran vital dalam memperkuat demokrasi dan menegakkan keadilan sosial. Di Kota Kediri yang berkembang pesat, peran partai sangat diperlukan. Hal ini untuk menjaga dinamika politik tetap sehat, kondusif, dan produktif bagi pembangunan. Vinanda juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin baik antara Pemkot Kediri dan Partai Golkar, dengan masukan konstruktif yang mendukung eksekutif dalam membangun kota.
Advertisement
Target Kursi dan Kepemimpinan Partai di Kediri
Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja, menjelaskan bahwa dalam pemilihan kali ini, panitia telah membuka pendaftaran. Namun, hingga masa pendaftaran berakhir, hanya satu orang yang mendaftar, yaitu dirinya sendiri. Ini menunjukkan adanya dukungan bulat untuk kepemimpinannya.
Sudjono, yang akrab disapa Jono, menyatakan bahwa ada pekerjaan rumah yang harus dipikirkan ke depan. Salah satunya adalah target untuk menambah perolehan kursi DPRD Kota Kediri. Saat ini, Partai Golkar Kota Kediri memiliki lima kursi di DPRD.
Pihaknya menargetkan untuk menambah jumlah kursi tersebut menjadi tujuh hingga delapan kursi pada Pemilu mendatang. Selain itu, Jono juga bertekad untuk mempertahankan perolehan eksekutif. Ia berharap Wali Kota Vinanda Prameswati, yang merupakan bagian dari Golkar Kota Kediri, dapat kembali menjabat untuk kedua kalinya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews