Plh Wali Kota Bekasi: Anak Muda Melek Politik Kunci Demokrasi Berkualitas
Pelaksana Harian Wali Kota Bekasi menegaskan pentingnya Anak Muda Melek Politik sebagai fondasi demokrasi berkualitas, mendorong generasi Z untuk berani berkontribusi.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan pentingnya partisipasi aktif generasi muda dalam kancah politik. Pernyataan ini disampaikan pada tanggal 22 November saat berbicara dalam sebuah acara edukasi politik di Asrama Haji Bekasi. Beliau menekankan bahwa Anak Muda Melek Politik adalah fondasi utama bagi terciptanya demokrasi yang berkualitas di masa depan.
Kegiatan edukasi politik yang bertajuk "Ritme Demokrasi, Nada, Narasi, dan Kesadaran Politik Pemuda Jawa Barat" ini diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat. Acara tersebut menjadi platform penting untuk menyadarkan generasi muda akan peran strategis mereka dalam pembangunan bangsa. Kehadiran Harris Bobihoe menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif semacam ini.
Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini sangat beragam, meliputi mahasiswa, pelajar, pengurus organisasi kepemudaan, komunitas, serta berbagai elemen anak muda lainnya dari Kota Bekasi. Antusiasme yang tinggi dari para peserta mencerminkan kebutuhan akan pemahaman politik yang mendalam di kalangan generasi penerus bangsa.
Komitmen Pemerintah Kota Bekasi Tingkatkan Literasi Politik
Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan literasi politik di kalangan generasi muda. Harris Bobihoe mengapresiasi penuh penyelenggaraan edukasi politik ini, melihatnya sebagai langkah konkret untuk membekali anak-anak muda dengan pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika politik. Inisiatif ini selaras dengan visi pembangunan daerah.
Kegiatan semacam ini dipandang sebagai upaya nyata untuk bersama-sama memajukan Kota Bekasi agar lebih demokratis dan sejahtera. Lebih jauh, peningkatan kesadaran politik di kalangan pemuda diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
Pendidikan politik merupakan instrumen krusial dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Selain itu, pendidikan ini juga berfungsi menumbuhkan kesadaran kebangsaan yang kuat di hati para pelajar dan pemuda. Dengan pemahaman yang baik, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan global.
Melalui edukasi ini, generasi muda tidak hanya diperkenalkan pada konsep politik dan demokrasi, tetapi juga didorong untuk memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Mereka juga diajak untuk memiliki kesadaran kritis terhadap berbagai dinamika kebangsaan dan kemasyarakatan yang terus berkembang. Hal ini penting untuk menciptakan warga negara yang bertanggung jawab.
Dorongan Kontribusi Generasi Z dalam Demokrasi
Dalam kesempatan tersebut, Harris Bobihoe turut memberikan motivasi khusus kepada para peserta yang didominasi oleh Generasi Z. Beliau mendorong mereka untuk percaya diri dan tidak ragu dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Potensi besar yang dimiliki generasi ini harus dioptimalkan.
Beliau menyampaikan pesan inspiratif, "Saya mengajak anak-anakku sekalian untuk tidak pernah meragukan kemampuan kalian hanya karena usia. Kalian adalah generasi yang melek digital dan kreatif." Pernyataan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Ini menunjukkan bahwa generasi Z siap menerima tantangan.
Harris Bobihoe berharap bahwa pendidikan politik yang inklusif dan sehat ini dapat menjadi wadah pembelajaran yang efektif. Tujuannya adalah untuk membangun demokrasi yang semakin matang dan berkeadaban, baik di tingkat Kota Bekasi maupun di seluruh wilayah Jawa Barat. Partisipasi aktif mereka sangat dinantikan.
Secara tegas, beliau mengulangi kembali esensi dari kegiatan ini, "Kegiatan seperti ini adalah Jadi, Anak Muda Melek Politik merupakan kunci massa depan demokrasi yang semakin berkualitas." Pesan ini menjadi penutup yang kuat, menekankan urgensi peran pemuda dalam menjaga dan mengembangkan demokrasi di Indonesia.
Sumber: AntaraNews