Peserta Rasakan Manfaat JKN Palangka Raya: Terapi Anak Tercover Penuh
Warga Palangka Raya merasakan langsung Manfaat JKN Palangka Raya, di mana biaya terapi tumbuh kembang dan pengobatan anaknya ditanggung penuh Pemkot, meringankan beban keluarga.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan dampak positifnya bagi masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Fitria (33), seorang warga Jalan Anoi, menjadi salah satu peserta yang merasakan langsung kemudahan akses layanan kesehatan. Kepesertaan JKN-nya telah menjamin biaya pengobatan dan terapi sang anak, Kenzie (4), yang mengalami keterlambatan tumbuh kembang.
Kenzie, yang membutuhkan terapi rutin bahkan hingga dua kali seminggu, kini dapat menjalani perawatan tanpa membebani keuangan keluarga. Seluruh biaya terapi dan pengobatan ditanggung penuh berkat program JKN segmen PBPU Pemda, di mana iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Hal ini memberikan ketenangan bagi Fitria dan keluarga dalam mendampingi proses pemulihan Kenzie.
Dukungan Pemkot Palangka Raya dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) program JKN ini sangat diapresiasi oleh masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga memastikan setiap warga memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang optimal. Kisah Fitria menjadi bukti nyata efektivitas kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
Kisah Fitria dan Kenzie: Terapi Tumbuh Kembang Tanpa Beban Biaya
Fitria menceritakan bahwa keluarganya menyadari kebutuhan terapi tumbuh kembang bagi Kenzie sejak anaknya berumur satu tahun. Awalnya, biaya terapi yang harus dikeluarkan secara rutin terasa sangat memberatkan jika dilakukan melalui jalur umum. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta JKN yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Palangka Raya.
Selama empat tahun terakhir, Kenzie telah menjalani terapi rutin dan terjadwal berkat kepesertaan JKN ini. Fitria mengungkapkan bahwa anaknya juga sering mengalami gangguan kesehatan, seperti demam tinggi dan pneumonia yang kerap kambuh. Dengan adanya JKN, keluarga dapat membawa Kenzie ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis yang optimal tanpa harus khawatir soal biaya.
"Berkat kepesertaan JKN segmen PBPU Pemda yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, Kenzie dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus dibebani kekhawatiran terhadap biaya pelayanan," kata Fitria. Ia menambahkan bahwa bantuan ini sangat menenangkan, memungkinkan orang tua fokus mendampingi pemulihan anak.
Fitria sangat bersyukur atas bantuan program JKN dari Pemkot Palangka Raya yang telah memberikan kepastian perlindungan kesehatan bagi keluarganya. Ia berharap bantuan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Peran Pemerintah Kota Palangka Raya dalam Mendukung UHC
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, K Hindro Kusumo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Program JKN membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem JKN. Ia menekankan pentingnya prinsip gotong royong, di mana semua pihak saling tolong-menolong melalui program ini untuk mencapai tujuan bersama.
Hindro Kusumo juga mendorong kabupaten/kota lain untuk mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Targetnya adalah meningkatkan cakupan peserta hingga 100 persen dan keaktifan peserta di atas 80 persen di wilayah masing-masing. Pencapaian UHC menandakan bahwa sebagian besar penduduk di suatu wilayah telah memiliki akses terhadap jaminan kesehatan.
BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya sangat mengapresiasi dukungan pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Tengah dan kabupaten terhadap Program JKN. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu tercapainya predikat "Universal Health Coverage" pada tahun 2026. Dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan dan perluasan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Sumber: AntaraNews