Performa Gemilang Emil Audero Tak Cukup Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan AS Roma
Penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, menunjukkan penampilan impresif dengan sejumlah penyelamatan krusial, namun Cremonese harus mengakui keunggulan AS Roma 3-1 dalam lanjutan Liga Italia.
AS Roma berhasil mengamankan kemenangan penting 3-1 saat bertandang ke markas Cremonese dalam lanjutan Liga Italia pekan ke-12. Pertandingan sengit ini berlangsung di Stadion Giovanni Zini pada Minggu (23/11) malam WIB. Hasil ini membawa Roma naik ke puncak klasemen sementara Serie A.
Meskipun demikian, sorotan juga tertuju pada kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, yang tampil gemilang di bawah mistar gawang Cremonese. Audero melakukan beberapa penyelamatan penting yang mencegah timnya kebobolan lebih banyak. Sayangnya, upaya heroiknya tidak cukup untuk menghindarkan kekalahan bagi Cremonese.
Kemenangan ini menempatkan AS Roma di posisi teratas klasemen dengan 27 poin, unggul dua poin dari Napoli. Sementara itu, Cremonese masih tertahan di posisi ke-11 dengan 14 poin, gagal menembus 10 besar klasemen Serie A.
Dominasi Awal AS Roma dan Penyelamatan Krusial Emil Audero
Pertandingan dimulai dengan Cremonese yang mencoba memberikan ancaman terlebih dahulu pada menit ke-14 melalui tembakan Romano Floriani Mussolini. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh kiper Roma, Mile Svilar, menunjukkan kesiapan lini belakang Roma.
Hanya berselang dua menit kemudian, AS Roma berhasil membuka keunggulan melalui gol indah Matias Soule. Tembakan kaki kiri Soule dari luar kotak penalti meluncur deras ke pojok kanan bawah gawang Emil Audero, membuat skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Roma. Gol ini menjadi pembuka keunggulan tim tamu.
Roma hampir menggandakan skor pada menit ke-27 melalui Lorenzo Pellegrini yang memanfaatkan bola rebound. Namun, gol tersebut dianulir karena Pellegrini berada dalam posisi offside, sebuah keputusan yang menjaga asa Cremonese. Emil Audero kembali menjadi penyelamat pada menit ke-38 dengan menggagalkan peluang emas Pellegrini di depan gawang.
Menjelang akhir babak pertama, Cremonese sempat mendapatkan hadiah penalti setelah dugaan handball pemain Roma. Namun, keputusan tersebut dibatalkan oleh wasit setelah meninjau VAR, memastikan skor 1-0 untuk Roma bertahan hingga jeda.
Pergantian Pemain dan Pesta Gol Roma di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, AS Roma harus kehilangan pelatih Gian Piero Gasperini yang diusir wasit pada menit ke-63, sebuah insiden yang cukup mengejutkan. Meskipun kehilangan pelatih, Roma tidak kehilangan fokus dan justru semakin gencar menyerang.
Hanya semenit setelah insiden pengusiran pelatih, Roma sukses menggandakan keunggulan melalui tembakan Evan Ferguson. Ferguson, yang baru masuk dari bangku cadangan, langsung memberikan dampak signifikan bagi timnya, menunjukkan kedalaman skuad Roma.
Enam menit berselang, Wesley Franca memperlebar skor menjadi 3-0 setelah berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Cremonese yang mulai lengah. Gol ini semakin mengukuhkan dominasi AS Roma dalam pertandingan tersebut, membuat Emil Audero kesulitan.
Cremonese akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 melalui sundulan Francesco Folino pada menit ke-80. Namun, gol hiburan tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir pertandingan, dan AS Roma pulang dengan membawa tiga poin penuh.
Berikut adalah susunan pemain yang diturunkan dalam pertandingan sengit antara Cremonese dan AS Roma:
- Cremonese: Audero; Terracciano, Baschirotto, Bianchetti (Folino 80'); Barbieri, Payero (Vazquez 57'), Bondo, Vandeputte (Grassi 70'), Floriani Mussolini (Pezzella 57'); Bonazzoli (Sanabria 80'), Vardy.
- AS Roma: Svilar; Ziolkowski (El Aynaoui 46'), Mancini, Ndicka; Celik, Cristante, Koné, Wesley (Tsimikas 80'); Baldanzi (Ferguson 60'), Pellegrini (El Shaarawy 60'); Soule (Pisilli 85').
Sumber: AntaraNews