Perbasi Perkuat Pengawasan Pemain Asing Lewat Kolaborasi dengan Kemenimipas
DPP Perbasi memperkuat kerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk mengawasi pemain asing di IBL, sekaligus mengedukasi mereka agar memahami regulasi Indonesia.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan tata kelola kompetisi. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan kerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Imigrasi. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengawasi dan mengedukasi pemain asing yang berlaga di Indonesian Basketball League (IBL).
Inisiatif strategis ini diambil sebagai upaya proaktif Perbasi untuk mencegah potensi pelanggaran regulasi oleh para pemain asing. Selain itu, kerja sama ini memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam kompetisi memahami dan mematuhi aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Penguatan sinergi ini diharapkan menciptakan lingkungan kompetisi yang lebih tertib dan profesional.
Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, menegaskan bahwa dukungan dari Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, sangat luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pernyataan ini disampaikan setelah menyaksikan pertandingan IBL All-Star 2026 bersama Dirjen Imigrasi di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (11/4) malam.
Sinergi Perbasi dan Kemenimipas Tingkatkan Pengawasan Pemain Asing
Kolaborasi yang terjalin erat antara Perbasi dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenimipas telah memberikan banyak kemudahan dalam penyelenggaraan berbagai agenda bola basket, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan ini tidak hanya sebatas bantuan administratif, tetapi juga mencakup komunikasi intensif yang sangat bermanfaat. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) sendiri merupakan nomenklatur resmi terbaru yang dibentuk pada tahun 2024, yang membawahi Direktorat Jenderal Imigrasi.
Komunikasi yang intensif ini berdampak positif pada pengelolaan kompetisi secara keseluruhan, termasuk dalam hal pengawasan terhadap pemain asing. Direktorat Jenderal Imigrasi memiliki tugas pokok merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang imigrasi, termasuk pengawasan orang asing. Dengan sinergi ini, Perbasi dapat memastikan bahwa kehadiran pemain asing di IBL sesuai dengan ketentuan keimigrasian yang berlaku.
Dukungan tersebut menjadi krusial mengingat mobilitas pemain asing yang tinggi dan kebutuhan akan pemahaman mendalam mengenai regulasi di negara tuan rumah. Peran Direktorat Jenderal Imigrasi dalam pengawasan orang asing sangat penting untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Edukasi Regulasi dan Pencegahan Narkoba untuk Pemain Asing
Selain memperkuat pengawasan dengan Kemenimipas, Perbasi juga memiliki rencana untuk menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat aspek pencegahan terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkoba di kalangan pemain basket. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Perbasi dalam menjaga integritas olahraga dan para atletnya.
Rencana kolaborasi dengan BNN muncul karena masih banyak pemain asing yang belum sepenuhnya memahami regulasi di Indonesia, terutama terkait larangan terhadap barang atau zat tertentu. Beberapa zat mungkin diperbolehkan di negara asal mereka atau di tempat mereka berkompetisi sebelumnya, namun dilarang keras di Indonesia. Edukasi menjadi langkah penting agar pemain asing dapat beradaptasi dengan aturan yang berlaku selama berkarir di Indonesia.
Edukasi yang komprehensif diharapkan dapat mencegah pemain asing terlibat dalam kasus narkoba, yang dapat merugikan karir mereka dan citra olahraga basket nasional. Perbasi berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan patuh hukum bagi seluruh elemen kompetisi.
Kesiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Event Basket Internasional
Di samping fokus pada pengawasan dan edukasi pemain asing, Perbasi juga tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah sejumlah agenda internasional. Beberapa di antaranya adalah FIBA U-17 Asia Cup dan partisipasi dalam FIBA U-19 World Cup mendatang. Persiapan ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk semakin aktif di kancah bola basket dunia.
Nirmala Dewi menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Imigrasi dan aparat keamanan lainnya, akan terus diperkuat. Penguatan kerja sama ini sangat penting untuk mengantisipasi berbagai tantangan global yang mungkin muncul saat Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan internasional tersebut. Keamanan dan kelancaran acara menjadi prioritas utama.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan lembaga terkait, Perbasi optimis dapat menyelenggarakan event internasional dengan sukses. Ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah yang baik dan mempromosikan olahraga bola basket di tanah air.
Sumber: AntaraNews