Pengakuan Ayah Tega Bakar Anak Kandung Gara-Gara Duit Rp100 Ribu Hilang
Korban mengalami luka bakar di punggung, wajah, dan tangan. Tersangka yang panik berusaha melepaskan pakaian anaknya agar tidak lebih banyak melukainya.
Polisi menangkap AL (36), tersangka pembakar putri kandungnya sendiri, PA (14), gara-gara uang Rp100 ribu hilang.
Tersangka mengaku melempar botol plastik berisi pertalite ke arah korban lalu tumpah ke pakaiannya. Tersangka lantas memantik korek api gas dengan dalih hanya bermaksud menakuti putrinya agar mengaku mencuri uang milik nenek korban.
Namun percikan api itu menyambar tubuh korban dan membakarnya. Korban mengalami luka bakar di punggung, wajah, dan tangan. Tersangka yang panik berusaha melepaskan pakaian anaknya agar tidak lebih banyak melukainya. Usaha itu membuat kedua tangan tersangka turut terbakar.
"Pengakuan tersangka hanya untuk menakuti agar korban mengaku, tapi benar tersangka sengaja melempar botol berisi pertalite ke tubuhnya," ungkap Kasatreskrim Polres Muara Enim AKP Darmanson, Selasa (21/1).
Tersangka mengaku kesal dengan korban yang enggan mengaku telah mencuri uang milik neneknya. Dia menyebut tak ada orang lain yang dicurigai kecuali korban.
"Tersangka menuduh korban mencuri uang, tapi itu dibantah korban sampai menangis," kata Darmanson.
Kondisi Korban
Darmanson menyebut korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dokter memastikan ABG itu mengalami luka bakar sekitar 30 persen.
"Yang parah di punggung, wajah, dan tangan. Sekitar 30 persen luka bakarnya," kata Darmanson.
Diberitakan sebelumnya, AL (36), dengan kejam membakar putri kandungnya sendiri, PA (14). Setelah dilaporkan, pelaku ditangkap polisi. Setelah merasakan jeruji besi, pelaku baru menyesali perbuatannya.
Peristiwa itu terjadi di rumahnya di Lubai Ulu, Muara Enim, Jumat (17/1). Pelaku mengambil botol berisi Pertalite dan melemparkannya ke korban.Alhasil, bahan bakar minyak itu membasahi seluruh tubuh korban yang membuatnya ketakutan bukan main. Pelaku menyalakan korek api dan menakuti korban akan membakarnya.
Benar saja, api besar membakar tubuh korban dengan cepat. Hal itu membuat pelaku panik dan berusaha memadamkan api dengan kain dan air.Api dapat dipadamkan. Namun lamanya proses pemadaman menyebabkan korban mengalami luka bakar.
Korban dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baturaja. Kemudian polisi meringkus pelaku tanpa perlawanan di rumahnya atas tindaklanjut laporan keluarga.