Pendongeng KPAI Hadirkan Hiburan Anak Pemudik di Terminal Kampung Rambutan Saat Arus Mudik
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar kegiatan dongeng interaktif untuk menghibur anak pemudik di Terminal Kampung Rambutan, menciptakan ruang ramah anak di tengah kepadatan arus mudik.
Pada Jumat, 13 Maret, suasana Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, menjadi lebih ceria dengan kehadiran pendongeng yang menghibur anak-anak pemudik. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di area mesin tiket otomatis terminal. Inisiatif ini bertujuan untuk mengisi waktu tunggu anak-anak sebelum keberangkatan bus mereka menuju kampung halaman.
Budi, seorang pendongeng dari tim KPAI, memimpin sesi interaktif ini dengan mengajak anak-anak berkumpul dan berpartisipasi aktif. Sebelum memulai cerita utama, anak-anak diajak bermain gerak melalui lagu untuk mencairkan suasana dan membangun antusiasme. Banyak anak yang maju ke depan untuk ikut serta dalam aktivitas menyenangkan tersebut.
Kegiatan dongeng ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak di fasilitas publik. Di tengah kepadatan pemudik yang mulai memadati terminal, inisiatif KPAI ini memberikan pengalaman positif bagi keluarga yang sedang dalam perjalanan panjang.
Dongeng Interaktif KPAI: Edukasi Lingkungan untuk Anak-anak
Sesi dongeng yang dipandu oleh Budi berpusat pada tema lingkungan, khususnya kehidupan di dasar laut. Pendongeng mengajak anak-anak untuk berimajinasi tentang ekosistem laut yang kaya dan beragam. Pertanyaan seperti “Siapa yang pernah lihat laut? Di laut ada apa saja?” memancing interaksi aktif dari peserta cilik.
Anak-anak dengan antusias menyebutkan berbagai jenis hewan laut, mulai dari ikan, hiu, hingga gurita. Melalui narasi yang menarik, Budi menyelipkan pesan penting tentang menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi ini menekankan urgensi melindungi laut Indonesia dari ancaman sampah yang merusak.
Untuk membuat cerita semakin hidup dan menarik perhatian, pendongeng menggunakan boneka tangan sebagai media bantu. Penggunaan visual ini berhasil memikat anak-anak, membuat mereka tetap fokus dan terlibat sepanjang sesi. Banyak anak tampak antusias mengikuti cerita sambil berdiri di depan area kegiatan.
Beberapa orang tua terlihat mendampingi anak-anak mereka dari kursi tunggu, mengapresiasi upaya KPAI ini. Kegiatan edukatif dan menghibur ini menjadi oase di tengah hiruk pikuk terminal.
Terminal Kampung Rambutan Ramai Pemudik, KPAI Ciptakan Ruang Ramah Anak
Pada hari Jumat tersebut, Terminal Kampung Rambutan memang sudah mulai dipadati oleh para pemudik yang akan pulang kampung. Suasana terminal dipenuhi oleh calon penumpang yang memanfaatkan waktu menunggu dengan berbagai aktivitas. Ada yang beristirahat, berbincang dengan keluarga, atau sibuk dengan ponsel mereka.
Area ruang tunggu terminal terlihat penuh sesak dengan berbagai barang bawaan, mulai dari koper, tas ransel, hingga kardus berisi kebutuhan perjalanan. Para pemudik ini bersiap untuk menempuh perjalanan antarkota menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. Destinasi populer seperti Tasikmalaya, Garut, hingga wilayah Jawa Tengah menjadi tujuan utama.
Di tengah kepadatan ini, kegiatan dongeng KPAI menjadi sorotan yang positif. Inisiatif ini secara konkret menghadirkan ruang ramah anak di lingkungan terminal yang seringkali kurang kondusif bagi anak-anak. KPAI berupaya memastikan bahwa anak-anak tetap mendapatkan hiburan dan perlindungan selama periode mudik.
Keberadaan kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk tidak hanya memfasilitasi perjalanan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis anak-anak. Dengan adanya hiburan semacam ini, pengalaman mudik menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan bagi mereka yang masih belia.
Sumber: AntaraNews