Pemprov DKI Jakarta Sebut Tanggul Bocor di Pesisir Jakut Sudah Ditambal
Tanggul yang bocor itu sudah ditambal oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI Jakarta.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin memastikan kebocoran tanggul di pesisir Jakarta Utara udah ditangani. Kendati begitu, limpasan air laut atau rob masih terjadi di beberapa titik.
Ika menyebut titik-titik tanggul pengaman pantai di pesisir Jakarta yang mengalami kebocoran berada di Muara Angke, Muara Baru, Nizam Zachman, Green Bay Pluit, Ancol, RE Martadinata, dan Cilincing–Marunda Pulo.
Tanggul pantai yang belakangan viral karena bocor diterjang banjir pesisir (Rob) ialah tanggul Muara Baru.
“Jadi kita melakukan penguatan struktur dengan cara groting, menggunakan metode shotcrete, digali 3 meter, kemudian dicor dan diisi dengan menggunakan beton cor ready mix K500 untuk tanggul pengaman pantai,” kata Ika di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12).
Bangun Tanggul Mitigasi
Untuk menahan limpasan air laut di Muara Angke, Pemprov DKI Jakarta juga membangun tanggul mitigasi berwarna kuning sepanjang 1,1 kilometer (km).
Tanggul mitigasi dibangun sebagai langkah cepat sementara, sembari pembangunan tanggul pantai proyek pengembangan terpadu pesisir ibu kota negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A rampung.
“Muara Angke ini masih dalam lingkup kampung nelayan, sambil menunggu tanggul pengaman pantai dibangun, maka kami membuat tanggul mitigasi yang berwarna kuning ini sepanjang 1,1 km,” jelas Ika.
Meski progres pembangunannya baru 80 persen, tanggul mitigasi diklaim sudah efektif menahan rob saat pasang maksimum. Termasuk Rob yang melanda wilayah pesisir Jakarta pada 4-6 Desember 2025.
“Dengan progres 80 persen saja sudah bisa membantu menahan air laut supaya tidak masuk di Muara Angke,” ujar Ika.
Adapun panjang tanggul pengaman pantai yang harus dibangun Pemprov DKI mencapai 28,279 kilometer (km).
Dari jumlah tersebut, panjang tanggul yang telah dibangun Pemprov DKI Jakarta baru mencapai 11,770 km atau sekitar 41,7 persen, sementara 16,509 km lainnya masih belum terealisasi.
Tak hanya menjadi kewenangan Pemprov DKI, beberapa tanggul pantai di pesisir utara Jakarta juga berada di bawah kewenangan Pelindo, Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Untuk kewenangan Pemprov DKI per November 2025 menyisakan 16,5 km. Jadi pertanyaannya apakah masih ada kebocoran? Masih. Ini yang sedang kami kejar sampai dengan tahun 2030,” katanya.