Pemkot Mataram Perkuat Pengamanan Tahun Baru Mataram, Imbau Warga Lapor Rumah Ditinggal Mudik
Jelang Tahun Baru 2026, Pemkot Mataram mengintensifkan Pengamanan Tahun Baru Mataram dengan mengimbau warga melaporkan rumah yang ditinggal mudik demi mencegah kejahatan dan potensi bahaya lain.
Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengeluarkan imbauan penting bagi warganya yang berencana meninggalkan rumah untuk mudik atau berlibur merayakan Tahun Baru 2026. Warga diminta untuk melaporkan kepergian mereka kepada aparat atau ketua RT setempat sebagai langkah antisipasi keamanan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Mataram dalam memperkuat Pengamanan Tahun Baru Mataram.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, H Irwan Rahadi, menegaskan bahwa pelaporan ini krusial untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan. Potensi kasus pencurian, penyalahgunaan properti, hingga risiko korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran menjadi perhatian utama. Imbauan ini bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan selama periode libur panjang akhir tahun.
"Kami berharap partisipasi masyarakat sebelum meninggalkan rumah agar melapor ke ketua RT atau minimal menitipkan kepada tetangga terdekat," ujar H Irwan Rahadi di Mataram, Jumat. Koordinasi telah dilakukan dengan jajaran kelurahan hingga lingkungan setempat untuk memastikan informasi ini tersampaikan secara luas. Dengan demikian, ada pihak yang memantau kondisi rumah saat ditinggal mudik.
Pentingnya Laporan untuk Keamanan Lingkungan
Keamanan lingkungan menjadi prioritas utama Pemkot Mataram, terutama menjelang libur panjang akhir tahun. Rumah-rumah yang kosong tanpa pengawasan rentan menjadi target kejahatan atau mengalami insiden tak terduga seperti kebakaran. Pelaporan kepada ketua RT atau tetangga terdekat menciptakan sistem pengawasan komunal yang efektif.
Inisiatif ini bukan hanya tentang mencegah tindak kriminal, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif di masyarakat. Warga diharapkan saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar mereka. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, bagian integral dari Pengamanan Tahun Baru Mataram.
Satpol PP Kota Mataram telah memfokuskan pengawasan pada kawasan yang dinilai rawan. Area permukiman warga, perumahan, dan kos-kosan yang ditinggalkan dalam kondisi kosong karena mudik atau liburan menjadi perhatian khusus. Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Strategi Pengamanan Satpol PP Kota Mataram
Untuk memastikan kondisi perumahan dan aktivitas di wilayah Kota Mataram tetap aman, Satpol PP Kota Mataram menyiagakan satu peleton personel setiap hari. Sebanyak 40 orang petugas disebar secara proporsional di berbagai wilayah strategis kota. Penempatan personel ini merupakan bagian dari strategi komprehensif dalam Pengamanan Tahun Baru Mataram.
Petugas Satpol PP melakukan pengawasan dengan prioritas pengamanan pada area-area strategis dan rawan. Pengawasan ini telah berlangsung sejak periode Natal 2025 dan akan berlanjut hingga Tahun Baru 2026. Tujuannya adalah memastikan situasi Kota Mataram tetap aman dan kondusif bagi seluruh warganya.
Selain patroli dan pengawasan, Satpol PP juga akan melakukan pembinaan sebagai langkah preventif. Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada ketertiban umum, tetapi juga pada keselamatan warga dan aset milik masyarakat yang ditinggalkan sementara. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam menjaga keamanan selama libur panjang.
Antisipasi Libur Panjang dan Peran Aktif Warga
Periode libur menyambut Tahun Baru 2026 yang relatif lama menjadi faktor penting yang harus diantisipasi. Durasi libur yang panjang meningkatkan potensi risiko jika rumah ditinggalkan tanpa pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung upaya Pengamanan Tahun Baru Mataram.
Dengan melaporkan rumah yang ditinggalkan, warga turut berkontribusi dalam memperkuat sistem keamanan. Informasi ini memungkinkan aparat atau tetangga untuk lebih mudah memantau dan mengambil tindakan cepat jika terjadi sesuatu yang mencurigakan. Ini adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Imbauan ini juga menjadi pengingat bagi warga untuk selalu memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian. Memastikan semua pintu dan jendela terkunci, mencabut peralatan listrik yang tidak perlu, dan memastikan kompor dalam keadaan mati adalah langkah-langkah sederhana namun penting. Keselamatan dan keamanan adalah tanggung jawab bersama.
Sumber: AntaraNews