Pemkot Tangerang Imbau Warga Lapor Mudik Lebaran untuk Antisipasi Kriminalitas

Pemerintah Kota Tangerang mengingatkan masyarakat agar lapor mudik ke RT/RW atau pihak keamanan setempat demi mencegah tindak kriminalitas, khususnya pencurian rumah kosong, selama libur Lebaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Tangerang Imbau Warga Lapor Mudik Lebaran untuk Antisipasi Kriminalitas
Pemerintah Kota Tangerang mengingatkan masyarakat agar lapor mudik ke RT/RW atau pihak keamanan setempat demi mencegah tindak kriminalitas, khususnya pencurian rumah kosong, selama libur Lebaran. (AntaraNews)

Menjelang arus mudik Lebaran, Pemerintah Kota Tangerang, Banten, kembali mengimbau warganya untuk melaporkan rencana perjalanan mudik kepada pihak keamanan atau pengurus RT/RW setempat. Imbauan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, terutama pencurian rumah kosong yang kerap terjadi saat ditinggal penghuninya berlibur. Langkah proaktif ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan lingkungan permukiman.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, telah menginstruksikan seluruh lurah dan camat di wilayahnya untuk berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait. Koordinasi ini penting guna memastikan terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bagi warga yang mudik. Pengawasan intensif akan dilakukan, termasuk patroli berkala, untuk mencegah aksi kejahatan dan menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan.

Pengawasan keamanan selama periode mudik ini bukan tugas yang mudah, sehingga memerlukan pelaksanaan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Selain itu, Pemkot Tangerang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satu caranya adalah dengan mengaktivasi kembali pos ronda dan kegiatan siskamling, yang terbukti efektif dalam memantau pergerakan orang asing di lingkungan permukiman.

Pemerintah Kota Tangerang secara tegas mengingatkan pentingnya pelaporan rencana mudik kepada pengurus lingkungan seperti RT/RW. Hal ini merupakan langkah preventif utama untuk mengantisipasi berbagai bentuk tindak kriminalitas, khususnya pencurian yang menyasar rumah kosong selama periode liburan Idulfitri. Dengan adanya laporan, pengawasan terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan efektif.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, telah memberikan arahan kepada para lurah dan camat agar berkoordinasi aktif dengan aparat keamanan dan elemen masyarakat. Koordinasi ini mencakup peningkatan patroli dan pemantauan lingkungan secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap potensi ancaman keamanan dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin, sehingga warga dapat mudik dengan tenang.

Selain upaya dari pemerintah, peran serta aktif masyarakat melalui pengaktifan pos ronda dan siskamling juga sangat diharapkan. Kegiatan ini berfungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama untuk memantau orang asing yang masuk ke kawasan permukiman. Peningkatan kewaspadaan kolektif ini menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman bagi seluruh warga Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, turut mengimbau masyarakat untuk melaporkan rumah yang akan ditinggalkan saat mudik kepada tetangga terdekat atau pihak keamanan setempat. Langkah ini krusial sebagai bentuk antisipasi terhadap tindak kriminalitas, memberikan informasi penting bagi petugas yang berpatroli.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan mudik, Polri menyediakan layanan call center 110 yang dapat dihubungi secara nasional dan bebas pulsa. Layanan ini siaga 24 jam untuk menerima laporan atau permintaan bantuan darurat, memastikan pemudik mendapatkan perlindungan dan pertolongan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Layanan call center 110 Polri dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor polisi. Masyarakat dapat melaporkan berbagai kejadian seperti kecelakaan, bencana, kerusuhan, hingga gangguan kamtibmas lainnya. Namun, Polri mengimbau agar layanan ini digunakan secara bijak dan tidak untuk laporan palsu.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran, sebanyak 1.859 personel gabungan telah disiagakan di Kota Tangerang. Ribuan personel ini akan ditempatkan di berbagai titik strategis. Selain itu, mereka juga bertugas mewaspadai potensi bencana alam, mengingat pekan sebelumnya sembilan kecamatan di Kota Tangerang sempat terdampak banjir.

Personel pengamanan tersebut akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang didirikan khusus selama operasi mudik berlangsung. Kapolres Jauhari menjelaskan bahwa total ada tujuh pos yang didirikan di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.

Tujuh pos tersebut terdiri dari satu pos pengamanan, lima pos pelayanan, dan satu pos terpadu. Penempatan pos-pos ini bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pemudik, mulai dari informasi, bantuan darurat, hingga pengamanan di jalur-jalur rawan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi