Pemkab Sukamara Perluas Akses Air Bersih, Tuntaskan Proyek SPAM IKK Jelai untuk Warga Pesisir
Pemerintah Kabupaten Sukamara berhasil memperluas Akses Air Bersih di wilayah pesisir dengan menuntaskan proyek SPAM IKK Jelai, menambah ratusan sambungan rumah baru untuk masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, telah menuntaskan proyek pengembangan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Jelai. Langkah strategis ini merupakan upaya signifikan untuk memperluas akses air bersih bagi warga di wilayah pesisir. Proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih yang layak dan sehat.
Proyek strategis ini menelan anggaran lebih dari Rp4,4 miliar, menunjukkan komitmen Pemkab Sukamara dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Fokus utama proyek adalah menjawab kebutuhan esensial masyarakat pesisir terhadap ketersediaan air bersih yang terjamin. Ini menjadi prioritas untuk kesehatan dan kesejahteraan.
Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Sukamara, Tober Rianto, menyatakan pekerjaan fisik telah rampung 100 persen. Keberhasilan ini ditandai dengan terpasangnya ratusan sambungan rumah (SR) baru yang siap digunakan oleh warga. Pengembangan jaringan perpipaan tahun 2025 telah selesai dilaksanakan.
Peningkatan Jaringan SPAM IKK Jelai
Tober Rianto merinci, tercatat sebanyak 144 sambungan rumah (SR) baru telah terpasang dan siap dinikmati warga di wilayah Kuala Jelai dan Sungai Baru. Pemasangan ini menjadi bukti nyata perluasan akses air bersih di Sukamara. Jaringan perpipaan ini dirancang untuk menjangkau lebih banyak keluarga.
Secara teknis, sebaran sambungan baru tersebut mencakup dua wilayah utama di Kecamatan Jelai. Kelurahan Kuala Jelai menerima pemasangan baru sebanyak 135 SR. Sementara itu, Desa Sungai Baru menuntaskan 9 SR tambahan untuk warganya.
Secara keseluruhan, data pelanggan UPT Jelai menunjukkan total 579 SR telah terpasang untuk Kelurahan Jelai dan Desa Sungai Baru, Kecamatan Jelai, selama periode 2024 dan 2025. Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam penyediaan akses air bersih di wilayah tersebut.
Masa Transisi dan Mekanisme Pembayaran Air Bersih
Saat ini, warga penerima manfaat masih dapat menikmati layanan air bersih secara gratis. Namun, Tober Rianto menegaskan status ini bersifat sementara dan merupakan bagian dari masa transisi. Seluruh data pelanggan telah tercatat secara resmi oleh PDAM Tirta Sukma.
"Sudah masuk dalam tahap pencatatan untuk penagihan penggunaan air," ujar Tober. Pihaknya akan segera melakukan sosialisasi komprehensif kepada masyarakat penerima SR tahun 2025. Sosialisasi ini akan mencakup informasi mengenai tarif dan mekanisme pembayarannya.
Langkah ini penting untuk memastikan transparansi dan pemahaman masyarakat terkait kewajiban pembayaran di masa mendatang. PDAM Tirta Sukma akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk kelancaran proses ini.
Komitmen Berkelanjutan untuk Akses Air Bersih
Meskipun telah menunjukkan progres yang signifikan, Tober Rianto mengakui bahwa belum seluruh masyarakat pesisir dapat terjangkau oleh jaringan SPAM ini. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor penghambat utama dalam perluasan cakupan. Hal ini menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Pemerintah Kabupaten Sukamara menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pengembangan infrastruktur air bersih secara bertahap. Perluasan jaringan akan terus diupayakan untuk memastikan semua warga mendapatkan akses yang layak. Prioritas akan diberikan pada wilayah yang paling membutuhkan.
Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara merata. Pemkab Sukamara akan terus mencari solusi dan sumber daya untuk mewujudkan pemerataan akses air bersih.
Sumber: AntaraNews