Pemkab Situbondo Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan Menjadi 10 Persen pada 2026
Pemerintah Kabupaten Situbondo optimis dapat menekan angka kemiskinan hingga 10 persen pada tahun 2026. Simak strategi Pemkab Situbondo dalam mencapai target ambisius ini melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, telah menetapkan target ambisius untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Pada tahun 2026, Pemkab Situbondo menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga 10 persen dari total sekitar 700.000 jiwa penduduk. Upaya ini menjadi fokus utama dalam agenda kepemimpinan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Bupati Rio mengungkapkan bahwa pada awal masa jabatannya di tahun 2025, persentase penduduk miskin di Situbondo berada pada angka 11,51 persen. Berkat berbagai program dan kolaborasi, angka tersebut berhasil diturunkan menjadi 11,17 persen hanya dalam kurun waktu enam bulan. Penurunan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah.
Capaian penurunan sebesar 0,34 persen tersebut setara dengan berkurangnya 2.150 jiwa penduduk miskin di Situbondo. Dari data awal 80.170 jiwa, kini jumlah penduduk miskin berhasil ditekan menjadi 78.020 jiwa. Bupati Rio menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kolaborasi apik antara kepala daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama masa transisi kerja.
Strategi Komprehensif Pemkab Situbondo Menekan Angka Kemiskinan
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo secara tegas menyatakan bahwa mengurangi kemiskinan adalah tujuan akhir dari perjalanan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ulfiyah. Sejak awal, Pemkab Situbondo telah menjadikan pengurangan angka kemiskinan sebagai goal utama. Kolaborasi yang solid di antara seluruh jajaran pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam mencapai target ini.
Untuk terus menekan angka kemiskinan, Pemkab Situbondo fokus pada berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini mencakup penyediaan akses permodalan yang lebih mudah serta kemudahan dalam proses perizinan usaha bagi para pelaku UMKM. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui dukungan terhadap UMKM, diharapkan akan tercipta lebih banyak lapangan kerja dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat Situbondo. Langkah-langkah strategis ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada kesejahteraan penduduk. Pemkab Situbondo berkomitmen penuh dalam implementasi strategi ini demi mencapai target penurunan angka kemiskinan.
Mengoptimalkan Potensi Pariwisata untuk Pengentasan Kemiskinan
Selain pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor pariwisata juga diidentifikasi sebagai instrumen vital dalam upaya menekan angka kemiskinan di Situbondo. Bupati Rio menjelaskan bahwa potensi pariwisata tidak hanya terbatas pada keindahan alam. Warisan sejarah dan budaya juga memiliki daya tarik yang signifikan untuk menarik wisatawan.
Sebagai contoh konkret, Bupati Rio menyoroti keberhasilan restorasi Pendopo Pate Alos Besuki, sebuah peninggalan sejarah Kolonial Belanda. Setelah direstorasi, pendopo tersebut telah menarik banyak pengunjung dari luar daerah. Keberhasilan ini membuktikan bahwa aset sejarah dapat dioptimalkan sebagai destinasi wisata unggulan.
Bupati Rio memproyeksikan bahwa jika kawasan sekitar Pendopo Pate Alos Besuki dikembangkan menjadi satu kawasan heritage terpadu, sektor ekonomi lokal akan tumbuh pesat. Ia memperkirakan akan banyak hotel dan pusat kuliner baru yang bermunculan di sana. Pertumbuhan ini akan menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru, secara signifikan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di Situbondo.
Sumber: AntaraNews